Kejadian apapun dapat kita persepsikan sekehendak hati kita. Setidaknya itu yang aku yakini... Kita bisa memilih untuk terus menangisi kematian orang yang kita sayangi atau tetap menjalani hidup tanpanya.
Hari 2

Perasaan malas menyelimuti pikiran kami seolah-olah kami sedang berada di rumah. Salah seorang dari kami membangunkan anggota tim yang masih tidur untuk bergegas mengerjakan sholat subuh. Ternyata suasana liburan dan rasa ingin tidur hingga sore hanya terjadi dikalangan pria saja. Para perempuan sudah rapi dan melakukan aktivitas pagi seperti bersih-bersih.
Mungkin karena ada rencana untuk bermain air lagi maka pilihan untuk mandi adalah pilihan yang mubazir terutama untuk kaum pria.


(sayang... foto-foto saat kami bermain ombak tidak sempat diambil)

Hahaha...
gw paling suka kalo mendengar suatu pandangan umum yang ada di masyarakat diganggu gugat oleh suatu pendapat. For me it is good, just to be certain that the society is still alive. why, coz.. if it's alive, it will react and face the opinion.
Salah satu pandangan umum yang ada di masyarakat ataupun masyarakat dunia yang mengatakan bahwa ada kelompok ras tertentu yang lebih baik dari kelompok ras lainnya.
Gw sangatberterima kasih kepada penulis buku yang sangat sukse menyiksa pikiran gw setiap kali gw melihat ke arah rak buku gw. Buku yang gw beli hampir 5 tahun yang lalu dan belum berhasil gw Khatam kan hingga hari ini. It doesn't move over the page 50.
Menurut gw ni buku mencerahkan karena berusaha memandang dan mencari tahu asal-usul manusia dengan pendekatan ilmu genetika. Baru ini gw baca buku di luar buku kuliah gw dengan goresan stabilo yang banyak.
Walaupun belum selesai juga... Setidaknya satu hal yang berhasil gw simpulkan...
Bahwa Rasisme itu sama sekali tidak ada dasar biologisnya.. karena secara garis besar, DNA manusia di seluruh dunia sangat tidak berbeda satu dengan yang lainnya...
jadi kalau ada yang hari gini masih Rasis dan mudah tersinggung karena di katain.. CINA, BATAK, JAWA, AMRIK atau PADANG... Just take it as a friendship calling.
tapi kalau ada yang manggil loe... Hey Cumi... atau Kampret atau apapun yang ada di ragunan... Loe berhak marah... !!!
Ntar klo gw udah selesai baca nih buku, gw bakalan lanjutkan postingan ini..
(Utang deh gw..)
...Pemilihan umum telah memanggil Kita...
...Seluruh rakyat menyambut gembira...
Yup, pemilihan umum (pemilu) sudah dekat. Salah satu hajatan terbesar bangsa ini setelah idul fitri. Sesungguhnya kalau kita mau "iseng" saja berpikir dan mencari benang merah antara idul fitri dan pemilu.. maka kita akan dapat menemukan kaitannya.. yah, walaupun sedikit memaksa.
Apa itu?
Buat yang beragama islam mungkn pernah mendengar bahwa di sunahkan perjalanan pergi dan pulang dari lokasi sholat Ied sebaiknya mngambil rute yang berbeda. Apa maksudnya?
maksudnya adalah supaya kita dapat bertemu dengan tetangga yang mungkin selama setahun kemarin tidak kita temui bahkan kita sapa. Sehingga berbedanya rute yang kita ambil membuat kita dapat bertemu banyak orang yang mana membuat kita berkesempatan untuk ber-silahturahim dengan warga di sekitar kita. Hasilnya... voila.. kita bisa saling mengenal dan menyapa
Sedangkan pemilu, dengan mekanisme yang sedemikian rupa merupakan sarana buat kita menentukan orang-orangyang menurut teorinya adalah "wakil" kita dalam mengawasi jalannya pemerintahan di negara ini. Kita di "saran"kan memilih wakil kita di pemerintahan.
Disinilah yang menjadi masalah.
Warga Indonesia, 200 jutaan orang, harus memilih sekitar ratusan orang untuk menjadi wakilnya. orang-orang itu dipilih dengan cara mencoblos, mencontreng atau apapun caranya sehingga orang yang kita tuju mengumpulkan "suara" terbanyak.
Konsekuensi dari mekanisme ini adalah pertama, calon wakil rakyat haruslah yang dikenal, kedua, pemilih haruslah mengenal atau tahu siapa yang akan di pilih, ketiga faktor X yang berperan dalam bertemunya konsekuensi pertama dan kedua.
Coba kita lihat lebih dalam
konsekuensi pertama menghasilkan suatu kesimpulan bahwa calon wakil (calon legislatif / caleg) harus diketahui oleh pemilihnya (konstituen) sehingga Ia haruslah DIKENAL. Akibat dari kesimpulan ini adalah suatu kenyataan yang dapat kita lihat sehari-hari di sekitar kita. Di tembok pagar rumah, di bawah pohon rindang, di jendela mobil bahkan situs favoritnya anak muda-The Facebook pun tidak luput dari upaya para caleg untuk bisa DIKENAL ataupun DIKENALI oleh masyarakat.
Sekedar informasi buat anda bahwa di Jakarta saja seseorang yang notabenenya sangat dekat dan bersentuhan langsung dengan kehidupan warga saja belum tentu dikenal, yaitu RT, RW atau Lurah. gw berani bertaruh (uppsss... judi...!!!! Ampun Bang Rhoma... Ane Becanda)
iya pokoknya gw berani buktikan kalau banyak warga jakarta yang bahkan nama lurahnya saja tidak tahu, konon nama-nama caleg.
"Helloooo.... Siapa Eluh... tiba-tiba nongol sok akrab dan bilang peduli ke gw" mungkin ini adalah ucapan yang dilontarkan oleh sebagian warga Jakarta. Akan tetapi, bukan Caleg kalau pantang menyerah. Segala cara di pakai untuk mempromosikan diri.
Dari sekian banyak cara yang gw amati adalah suatu metode standar yang biasa di pakai oleh orang-orang yang tidak "PeDe". Apa itu??
Yaitu memajang poster, umbul2, ataupun selebaran yang tergambar dua buah wajah. gambar pertama adalah gambar tokoh ataupun orang penting di partainya (biasanya ketua umum partai dan bukan selebriti seperti Dian Sastro ataupun Mbah Maridjan) dan gambar kedua adalah gambar wajah Caleg itu sendiri. Malahan kadang ada yang norak sekali, yaitu memasang foto Soekarno atau foto pemain sepakbola dengan maksud yang gw nggak ngerti.
Konsekuensi kedua menghasilkan kesimpulan bahwa untuk mengenal caleg yang akan di pilih maka seseorang harus mau melihat promosi yang dipasang oleh para caleg.. What the Hell... sekian banyak Caleg dari sekian banyak partai dan dengan lokasi media promosi yang tersebar di sekian lokasi... akan cukup membuat calon pemilih harus mengambil cuti semingu buat mengetahui semua caleg.. dan gw rasa ini adalah hal yang sungguh amat sangat mustahil.
Sehingga konsekuensi ketiga (faktor X) adalah jawaban dari bertemunya konsekuensi 1 dan 2.
Apa saja yang menjadi faktor-faktor yang membuat konsekuensi 1 dan 2 bertemu? ini adalah beberapa analisis gw
- Lokasi, tempat pemasangan media promosi akan sangat menentukan seorang caleg itu dikenal atau tidak. Sehingga lokasi-lokasi favorit seperti sekitar pasar atau tempat orang-orang berkumpul lainnya adalah spot yang bagus untuk berkampanye. Sebaliknya, adalah suatu tindakan yang konyol kalau memasang poster kampanye di pohon kamboja di tengah kuburan.
- Pose, pilihlah pose yang tidak membuat calon pemilih berpikir seratus kali buat memilih para caleg. Bayangkan jika anda berpose menyeramkan dengan dandanan yang sangat tidak matching dengan warna dasar poster.. alih -alih di pilih, poster anda malah akan di pilih untuk menjadi kain lap motor.
- lain-lainnya.. yah hanya Tuhan yang tau.. namanya juga Faktor X
Jadi, menurut gw Kenapa gak sejak idul fitri kemaren para caleg udah mulai memperkenalkan diri sambil keliling komplek.. selain menghemat uang juga menunjukkan kalau caleg tersebut punya visi ke depan yang baik...
RGDS
Cerita ini di awali dengan pesan singkat di Facebook yang isinya mengajak seluruh anggota inti TBM FKUI angkatan 2003 buat kumpul dan foto bareng buat dipajang di TBM sebagai kenang-kenangan.
Melewati Jembatan gantung, kami harus melewati halaman rumah warga di atas jalan setapak menuju pantai..
beberapa asik mengobrol dan menyiapkan daging, sebagian menjaga agar api ungun tetap berkobar dan sebagian lagi memanggang... selama hampir dua jam kami memanggang sambil bercanda dan tertawa.
Gw gak tau...
tapi kayaknya ada yang salah
Gw Pengen nulis
tapi gak tau
Mau nulis apaan
.......................
KENYATAANNYA...
Malam sebelum ujian
(20.30-21.30)
- gw internetan buat nyari bahan yang berkaitan dengan kasus gw.
(21-30-22.30)
-main gim
(22.30-04.00)
-Tidur (ketiduran)
(04.00-04.02)
-terbangun... untuk menyadari kalau gw belum ngerjain status pasien dan gw udah kebanyakan tidur
(04.02-05.30)
-terbangun untuk menyadari klo gw belum subuh dan status pasien belum gw tulis (minus 4,5 jam menjelang ujian)
(05.30-05.36)
-subuh
(05.36-7.10)
-nulis status sambil internetan belum mandi dan mencoba menganalisis tulisan gw diantara belekan gw yang masih nempel
(7.10)
-Hp berbunyi.... gw terkaget dari dalamnya analisis gw
Seberang: "halo to, weni nih..." (weni= partner ujian gw)
gw : "yah... kenapa Ben " (perasaan temen gw gak ada yang namanya Beni?)
Seberang: "Weni to... We..We... We... Weni"
gw: "o.. Weni.. gw kira Beni... masa suara Beni kayak Cewek.."
Seberang :" Gak penting To... " gw: "ada apa wen?"
Weni:" to, loe lagi dimana?"
gw:" Kosan?"
Weni:"aduh to, gimana nih, Prof-nya minta ujian sekarang"
gw: ...TERDIAM...
----------------------------------------------------------------------------------------- (Adegan berpindah ke setting peperangan di middle earth-Lord of The Ring)
pengawal: "Lord Aragorn, musuh sudah di depan gerbang, kita harus menghadapinya sekarang"
Lord Aragorn: "Bentaran napa, kuda gw masih dimandiin, pedang gw aja belum diasah, masih tumpul abis ngebacok urgal kemaren, ni pinggang aja masih encok.. bentar yah"
Pengawal:"tidak bisa tuanku, sekarang atau kota akan hancur"
Lord Aragorn berjalan dengan punggung membengkok dan pedang yang lebih mirip gergaji ke medan perang.
------------------------------------------------------------------------------------------
gw:"tapi gw belum mandi wen dan status gw belum kelar... gimana dong?"
Weni:" udah to, yang penting loe kesini ajah"
"RED ALERT"
GW langsung nyamber handuk secepat kilat, alat mandi, piring kotor (... mm, sekalian nyuci piring boleh tuh.. Apaan coba... injury time!!!!)
entah kenapa anak kosan begitu budiman pagi itu, mereka tidak seperti biasanya, seperti orang gurun yang ngantri mandi... Pagi itu PLONG.. bahkan bak cuci piring pun kosong...
gw pilih kamar mandi dekat dapur, paling mewah di kosan gw.
Nah, buat kalian yang baca postingan ini, maka ini adalah kejadian nyata dimana gw melewatkan ritual mandi gw.
Zebur.... Zebur.. zebur... Brrrrr... (Rasio suara air > keheningan = gw beneran mandi)
gw berpikir kalo begini bakalan telat, maka. ..Zeburburbur... Brrrrr... (Suara air>>> keheningan = gw telat) selesai mandi, secepatnya gw kabur ke kamar gw di lantai 2.
Kedinginan bukanlah masalah, karena ada yang lebih menyakitkan dibandingkan rasa dingin pagi itu (lagipula udah jam 7 lebih, masa iyah masih dingin aja..:D). Untung tadi malem gw udah menyiapkan pakaian tempur gw, rapi dan necis...
FIRST IMPRESSION is IMPORTANT in ORAL EXAMINATION.
Langsung gw samber tas ransel, masukkan status ujian, buku pinjaman dari temen, kolor bekas (uuppss ampir aja masuk nih barang). pakai sepatu tak lupa dengan kaus kakinya, hape dan pernak-pernik lainnya.. minum air putih dan memandang roti yang gak sempat gw makan...
Cabut ke RSCM
(Jam 7.30)
gw naik lift jke departemen Obgyn sambil memikirkan ekspresi kekecewaan gw ke sekretaris sang profesor..
(7.30.10)
(beneran.. butuh sekitar 3 detik buat naik tiap satu lantai.. karena gw dari Basement-1-2, maka sekitar 10 detik... -sedap, makes me look smart)
-gw keluar lift, langsung ketemu sama sekretaris sang penguji gw,
gw: "apa kabar say... "(eh, apaa sih.. )
si mbak:"dok, yang ujian sama prof. yah?"
gw:. untung yang tadi gak kedengeran..."iyah mbak, gimana sih, katanya jam 10, kok mendadak" gw berlagak serius menunjukkan ekspresi kekecewaan gw " saya belum selesai ngisi statusnya"
si mbak:"iya, dok, prof.nya mau rapat, jadi di majuin... ya udah selesaiin dulu aja statusnya.. ujiannya nanti jam 9"
gw:(nih orang maunya apa sih, tadi kata weni sekarang, trus si mbak bilangnya nanti.. sekalian aja cleaning service bilang ujiannya batal..!!)
jadilah gw mencoba menyelesaikan status pasien berdasarkan ingatan gw karena catatan kecil gw tentang pasien, dengan bijaknya gw tinggal di kosan.
Brrrtttttttt..... hape gw bergetar di kantung celana gw. Menimbulkan sensani yang berbeda bila terjadi di malam yang sepi di tengah hujan deras.
gw:"napa wen?"
Weni:" dimana lu?"
gw:"gw udah di lantai 2."
Weni:"ya udah buruan ke bangsal, residennya mau ngelihat pasien kita"
Jadilah residen kami melihat pasien ujian untuk membantu kami memahami kasus dan memastikan kami tidak "menggali kuburan sendiri" di ruang ujian nanti.
Jam 9 kami bertiga (weni, gw yang ganteng ini, residen) melewati beberapa orang yang juga akan ujian seperti kami. mereka tampak sedang berdiskusi.
JRENG.... profesor sudah menunggu...
Let The Battle Begin !!!
BABAK 1
Pertanyaan-pertanyaan Simpel tapi dalam mulai dilontarkan
jawaban-jawaban complicated tapi dangkal mulai bermunculan
profesor hanya berkomentar.. baca lagi yah bukunya..
1 jam berlalu
profesor:"udh, cukup ujiannya sampai disini..?"
akan sangat tidak bijak kalau gw bilang.. ya udah, segini aja lah, toh gw juga udah gelagepan ngejawabnya. tapi itu semua gw simpan di kepala gw, dan yang terlontar dari gw dan Weni Kami :"Terserah prof. ajah.." sambil tersenyum pasrah
LANJUTTTTTTTTTT..............
BABAK 2 (pukul 10)
Pertanyaan-pertanyaan simpel dan dalam kembali dilontarkan
kembali lagi ditangkis oleh kami dengan jawaban yang complicated dan meragukan profesor:"bagaimana. udh cukup ujiannya sampai disini..?"
Kami :"Terserah prof. ajah.."
LANJUTTTTTTTTTT..............pir
BABAK 3 (pukul 10.45)
Pertanyaan-pertanyaan simpel dan dalam kembali dilontarkan
Kami mencoba membalas dengan jawaban yang kami bisa dan mulai "menggali lubang kubur"
salah satu dari kami : KRUUUUKKKK (paduan suara khas lambung ).
STAY COOL...!!! KEEP CALM !!!
Pertanyaan-pertanyaan simpel dan dalam kembali dilontarkan
kembali lagi , dengan tetes logika terakhir dari otak gw yang udah keluar air-airnya sejak tadi malam, mencoba menjawab sebisa mungkin....
Prof: Mulai melihat-lihat jam, menggaruk-garuk tangan, terlihat sudah sabar dengan kami dan menatap kami dengan pandangan kasihan.."kamu (maksudnya gw).. belum tidur 2 hari yah?"
Gw: berpikir untuk melihat ke belakang sekedar memastikan kalau gw adalah orang yang dimaksud dan bukan orang lain. Untungnya tidak gw lakukan. "eh... mata saya memang seperti ini prof.. berkantung.." "tapi eksotis"jawab gw pelan
LANJUTTT
BABAK 4 (pukul 11.20)
profesor menggaruk-garuk punggung tangan lagi sambil menjawab pertanyaannya, gw menggaruk-garuk paha gw...
gw:(sial, sabun mandi apa sabun colek tadi yah.. kok agak gatel yah)
Prof:" yasudah...ujiannya cukup. Kalian boleh keluar"
PUKUL 11-50
Kami berdua keluar ruangan, melewati sang sekretaris yang sedang duduk
si mbak:"kok lama banget sih?"
Kami:"Au...." sambil ngeloyor pergi. Weni memutuskan untuk menunggu residen keluar ruangan prof. untuk menanyakan apakah kami lulus atau tidak...
Menurutnya..
KAMI LULUS.
RGDS
ps: sebagian isi cerita di dramatisir untuk sekedar bumbu. Emang enak makan bubur gak pake bumbu???
Morale of this Story
- Never wait anything you can do right now coz you'll never know what will happen tomorrow
- wear your best clothes for your oral exam coz good looking will guide you to the good judgemnet of your evaluator (although he don't know whether you have brain or not)
-keep positive thinking and pray... coz exam is not only about good answer but also good fortune
Setiap menjelang fase stase gw pasti ditutup dengan suatu rutinitas yang buat sebagian orang adalah hal yang menakutkan tetapi buat gw dan sebagian teman adalah sebuah rutinitas.
Ujian
Sampai sekarang gw masih suka bingung melihat teman gw yang suka panik begitu akan datang ujian, terutama ujian pasien. Bukannya gw mw sombong tapi.. Man, Come on !!! you are in sixth grade now, means you have had exams for the last six years of your life. you have passed more than fifty exams... So, why this one could make you nervous.. Chill..
seperti sekarang, liat gw.. (not in literally way). gw menghadapi ujian pasien Obgyn (kebidanan). Buat sebagian temen gw pasti tau apa yang biasanya gw lakukan malam hari sebelum ujian.. Gw hampir bisa dipastikan lebih memilih main gim, ngobrol malah tidur ketimbang belajar. I've lost my sanity at that time.. so i prefer to find it myself before the D-day.
Untuk ujian ini gw di hubungi leh sekretaris penguji gw bahwa jadwal ujian gw adalah hari Kamis jam 10 pagi.
Satu hari sebelum ujian gw memeriksa pasien yang akan jadi pasien ujian. Setelah memfoto copy formulir status ujian (ini progress dari sifat gw untuk berusaha membuat back up... just in case gw salah nulis, karena setahu gw, status pasien gak boleh di tipe-x tapi cuma di coret aja kalau salah.. untuk yang ini gw agak bangga)
Seperti biasa, kebiasaan jelek gw kumat lagi... menunda-nunda untuk mengisi status pasien. sebenarnya rencana besar gw menghadapi ujian seperti ini
Malam sebelum ujian
(20.30-21.30)
- gw internetan buat nyari bahan yang berkaitan dengan kasus gw..
(21-30-22.30)
-main gim
(22.30-23.00)
- mengisi status ujian
(23.00-04.00)
-Tidur
(5.00-80.00)
-menyelesaikan sisa status ujian+ baca buku pinjaman temen.
(08.00-08.30)
-sarapan + mandi
(09.00)
-tiba di kampus buat nenangin diri buat ujian..

