Kata manis dibalik pena

on Monday, March 30, 2009

Kejadian apapun dapat kita persepsikan sekehendak hati kita. Setidaknya itu yang aku yakini... Kita bisa memilih untuk terus menangisi kematian orang yang kita sayangi atau tetap menjalani hidup tanpanya.

Kita bisa menangis saat terjatuh dan terluka, bagiku, pilih tersenyum dan tertawa.

Kita bisa gembira dan bersuka cita dan mengumbarnya kepada lingkungan kita, bagiku tidak semuanya untuk dunia.

Sesuailah kiranya seorang sahabat mengatakan betapa menyebalkannya diriku. Disaat seharusnya kita senang, aku malah memakai topeng yang datar.

Maap buatmu sahabat..

Aku sudah meninggalkan romantisme itu.

Menuliskan setiap kejadian, baik sedih maupun senang dengan kata-kata yang berbunga dan menyenangkan. Buatku itu bagaikan cermin masa lalu ku.

Buatku sekarang, kata-kata manis tidak harus memetik bunga dan merubahnya dalam kata dan bahasa. Tidak harus harum dan meninggalkan imaji untuk membiusmu dalam euforia.

Kata-kata manis tetap secantik bidadari meski tanpa mustika

Seterang surya meski tertutup mega. Semangatnya akan tetap menghangati hati walau dian yang dituliskan pena atasnya meredup seiring bara yang tertiup bayu.

Sayang, maapkan aku tidak bisa bermanis-manis seperti dahulu. Biarkan itu tersimpan dalam kotak kayu di dasar kepalaku. Nikmatilah aku. Aku yang ada di hadapanmu Sekarang. Aku yang akan hidup kedepan.

Wynstan Hugh Auden

on Wednesday, March 25, 2009


Stop all the clocks, cut off the telephone..

by: Wynstan Hugh Auden


Stop all the clocks, cut off the telephone,
Prevent the dog from barking with a juicy bone,
Silence the pianos and with muffled drum
Bring out the coffin, let the mourners come.

Let aeroplanes circle moaning overhead
Scribbling on the sky the message He Is Dead,
Put crêpe bows round the white necks of the public
doves,
Let the traffic policemen wear black cotton gloves.

He was my North, my South, my East and West,
My working week and my Sunday rest,
My noon, my midnight, my talk, my song;
I thought that love would last for ever: I was wrong.

The stars are not wanted now: put out every one;
Pack up the moon and dismantle the sun;
Pour away the ocean and sweep up the wood.
For nothing now can ever come to any good.

Recited in "Four Weddings and a Funeral"

Sawarna Beach- Lebak Banten (part 2)

on Tuesday, March 24, 2009

Hari 2


Perasaan malas menyelimuti pikiran kami seolah-olah kami sedang berada di rumah. Salah seorang dari kami membangunkan anggota tim yang masih tidur untuk bergegas mengerjakan sholat subuh. Ternyata suasana liburan dan rasa ingin tidur hingga sore hanya terjadi dikalangan pria saja. Para perempuan sudah rapi dan melakukan aktivitas pagi seperti bersih-bersih. Mungkin karena ada rencana untuk bermain air lagi maka pilihan untuk mandi adalah pilihan yang mubazir terutama untuk kaum pria.
Pagi itu kami berencana untuk melihat satu tempat yang masih bagian dari Sawarna, yaitu Tanjung Layar. Tempat ini terletak sekitar 10 menit berjalan kaki santai ke arah selatan. Sesungguhnya tempat itu sudah terlihat dari lokasi kami bermain pada hari 1
Perjalanan dilakukan dengan menyusuri pantai hingga sampai ke sebuah lahan terbuka atau lebih tepatnya disebut dengan ladang. Ladang jagung, kacang2an dengan sebuah gubug yang berada di pinggir pantai.











Tanjung karang lebih seperti sebuah tanjung dengan sebuah tebing batu menjulang serta jajaran karang menyerupai tembok pemecah ombak. Sehingga air diantara tebing batu dan pantai adalah seperti kolam berair asin dangkal yang dapat disusuri pada saat surut.
Hampir 1 jam kami bermain air, berfoto dan menikmati ombak. Seperti biasa, Qui (panggilan untuk qushay) masih saja asik bermain air. Belum ada yang bermain air saat itu selain Qui, karena tempat itu bukan tujuan kami untuk berenang.
Sempat terpikir oleh gw dan Qui buat berenang menuju bukit batu yang ada di depan kami. tetapi beberapa saran dari teman-teman mengurungkan niat kami. Ah... sayang sekali, padahal airnya terlihat tenang dan jarak menuju bukit batu masih dalam jangkauan renang kami. Akan tetapi daripada membuat panik satu rombongan kami kami memilih menuruti saran mereka.
setelah puas mengabadikan gambar, kami berjalan ke tempat kami tiba pada hari sebelumnya.
Tibalah saat bermain ombak. Menikmati bodyboard yang jauh-jauh kami bawa dari Jakarta.
Ombak bergulung-gulung bahkan tidak jarang kami menemui obak yang melebihi 2 meter tingginya.
Dahsyat sekali rasanya Laut Selatan Jawa. Berbeda dari laut-laut yang pernah gw temui. Seluruh pria berenang pagi itu. Ooops... di tambah satu perempuan, Riri.
Sementara para perempuan memilih untuk berteduh di bawah pohon yang ukurannya tidak cukup untuk menaungi mereka semua.

(sayang... foto-foto saat kami bermain ombak tidak sempat diambil)
Para perempuan malah memilih melakukan kegiatan rutin mereka. Mengobrol dan berlaku aneh untuk kemudian diabadikan.














Sekitar pukul setengah 11 kami kembali ke penginapan.
Sempat terjadi diskusi apakah kami akan melanjutkan perjalanan menuju gua yang ada di sekitar pantai atau memilih pulang.
Setelah pertimbangan sana sini akhirnya diambil keputusan yang nantinya sedikit disesali.
Kami Pulang .. sehabis zuhur.
Rute pulang yang di ambil tidak melalui jalur kedatangan kami, malainkan melalui Pelabuhan Ratu. Menurut Reyhan perjalanan akan memakan waktu lebih kurang 6-7 jam.

Perjalanan pulang yang menurut rencana akan lebih mulus dari pada saat berangkat ternyata tidak sepenuhnya benar. terutama untuk rombongan mobil gw (ridho, vita, irsyad).

Tiga mobil yang seharusnya konvoy berpisah secara tragis pada sebuah belokan diantara kebun teh. dua mobil terdepan berbelok ke kiri sedang mobil terakhir meneruskan perjalanan tanpa berbelok dengan misi yang sama pada ketiga mobil... Mencari Durian untuk di santap.. (hell, our supidity, mana ada duren di bulan Maret).

Cerita berlanjut kepada dua mobil yang searah.

memasuki jalan raya Sukabumi... Teng Tong... MACET BERAT....

Kamipun terancam pulang tengah malam.

Thanks to Our driver, Ridho, yang mendapatkan SIM dari Akademi Supir Angkot Bekasi sekaligus anggota Asosiasi Angkot se-Bekasi Raya.. Hampir saja mobil kami di arak keliling kampung dan di jadiin tugu peringatan dengan prasasti di bawahnya..

"Tugu ini di bangun untuk mengingatkan akan pentingnya Disiplin dalam berlalu lintas"

tertanda Polres Sukabumi.

dan disediakan voucher menginap di salah satu villa buat mereka yang bisa meludah mengenai mobilnya.


Tetapi, Thanks to Vita dan Keanehan sistim di Indonesia, mobil kami selamat walaupun hampir di serempet Truk dan rombongan motor.

FYI, ternyata ada jalur alternatif dari Sukabumi menuju Bogor yang ternyata saat itu hampir gak ada bedanya dengan Jalur utama. Kecuali beda lebar saja.


Kami tiba di KAmpus pada pukul 11 malam. (hitung saja.. berangkat jam 13.00 istirahat makan 2,5 jam... tiba di kampus pukul 23, jadi kira-kira 7,5 jam) MANTABH. kalau ke Bandung kita bisa bolak balik Jakarta Bandung 2 kali mirip supir travel.


LELAH tapi INDAH.
RGDS

NB: This is Hudaya's Family, just in Case you wanna stay in his house.






RACIST... Get The F**K OUT of THIS WORLD

on Sunday, March 22, 2009

Hahaha...

gw paling suka kalo mendengar suatu pandangan umum yang ada di masyarakat diganggu gugat oleh suatu pendapat. For me it is good, just to be certain that the society is still alive. why, coz.. if it's alive, it will react and face the opinion.

Salah satu pandangan umum yang ada di masyarakat ataupun masyarakat dunia yang mengatakan bahwa ada kelompok ras tertentu yang lebih baik dari kelompok ras lainnya.

Gw sangatberterima kasih kepada penulis buku yang sangat sukse menyiksa pikiran gw setiap kali gw melihat ke arah rak buku gw. Buku yang gw beli hampir 5 tahun yang lalu dan belum berhasil gw Khatam kan hingga hari ini. It doesn't move over the page 50.

Menurut gw ni buku mencerahkan karena berusaha memandang dan mencari tahu asal-usul manusia dengan pendekatan ilmu genetika. Baru ini gw baca buku di luar buku kuliah gw dengan goresan stabilo yang banyak.

Walaupun belum selesai juga... Setidaknya satu hal yang berhasil gw simpulkan...

Bahwa Rasisme itu sama sekali tidak ada dasar biologisnya.. karena secara garis besar, DNA manusia di seluruh dunia sangat tidak berbeda satu dengan yang lainnya...

jadi kalau ada yang hari gini masih Rasis dan mudah tersinggung karena di katain.. CINA, BATAK, JAWA, AMRIK atau PADANG... Just take it as a friendship calling.

tapi kalau ada yang manggil loe... Hey Cumi... atau Kampret atau apapun yang ada di ragunan... Loe berhak marah... !!!

Ntar klo gw udah selesai baca nih buku, gw bakalan lanjutkan postingan ini..

(Utang deh gw..)

PEMILIHAN UMUM

on Friday, March 20, 2009

...Pemilihan umum telah memanggil Kita...
...Seluruh rakyat menyambut gembira...

Yup, pemilihan umum (pemilu) sudah dekat. Salah satu hajatan terbesar bangsa ini setelah idul fitri. Sesungguhnya kalau kita mau "iseng" saja berpikir dan mencari benang merah antara idul fitri dan pemilu.. maka kita akan dapat menemukan kaitannya.. yah, walaupun sedikit memaksa.

Apa itu?
Buat yang beragama islam mungkn pernah mendengar bahwa di sunahkan perjalanan pergi dan pulang dari lokasi sholat Ied sebaiknya mngambil rute yang berbeda. Apa maksudnya?
maksudnya adalah supaya kita dapat bertemu dengan tetangga yang mungkin selama setahun kemarin tidak kita temui bahkan kita sapa. Sehingga berbedanya rute yang kita ambil membuat kita dapat bertemu banyak orang yang mana membuat kita berkesempatan untuk ber-silahturahim dengan warga di sekitar kita. Hasilnya... voila.. kita bisa saling mengenal dan menyapa

Sedangkan pemilu, dengan mekanisme yang sedemikian rupa merupakan sarana buat kita menentukan orang-orangyang menurut teorinya adalah "wakil" kita dalam mengawasi jalannya pemerintahan di negara ini. Kita di "saran"kan memilih wakil kita di pemerintahan.
Disinilah yang menjadi masalah.
Warga Indonesia, 200 jutaan orang, harus memilih sekitar ratusan orang untuk menjadi wakilnya. orang-orang itu dipilih dengan cara mencoblos, mencontreng atau apapun caranya sehingga orang yang kita tuju mengumpulkan "suara" terbanyak.

Konsekuensi dari mekanisme ini adalah pertama, calon wakil rakyat haruslah yang dikenal, kedua, pemilih haruslah mengenal atau tahu siapa yang akan di pilih, ketiga faktor X yang berperan dalam bertemunya konsekuensi pertama dan kedua.
Coba kita lihat lebih dalam

konsekuensi pertama menghasilkan suatu kesimpulan bahwa calon wakil (calon legislatif / caleg) harus diketahui oleh pemilihnya (konstituen) sehingga Ia haruslah DIKENAL. Akibat dari kesimpulan ini adalah suatu kenyataan yang dapat kita lihat sehari-hari di sekitar kita. Di tembok pagar rumah, di bawah pohon rindang, di jendela mobil bahkan situs favoritnya anak muda-The Facebook pun tidak luput dari upaya para caleg untuk bisa DIKENAL ataupun DIKENALI oleh masyarakat.

Sekedar informasi buat anda bahwa di Jakarta saja seseorang yang notabenenya sangat dekat dan bersentuhan langsung dengan kehidupan warga saja belum tentu dikenal, yaitu RT, RW atau Lurah. gw berani bertaruh (uppsss... judi...!!!! Ampun Bang Rhoma... Ane Becanda)
iya pokoknya gw berani buktikan kalau banyak warga jakarta yang bahkan nama lurahnya saja tidak tahu, konon nama-nama caleg.

"Helloooo.... Siapa Eluh... tiba-tiba nongol sok akrab dan bilang peduli ke gw" mungkin ini adalah ucapan yang dilontarkan oleh sebagian warga Jakarta. Akan tetapi, bukan Caleg kalau pantang menyerah. Segala cara di pakai untuk mempromosikan diri.
Dari sekian banyak cara yang gw amati adalah suatu metode standar yang biasa di pakai oleh orang-orang yang tidak "PeDe". Apa itu??
Yaitu memajang poster, umbul2, ataupun selebaran yang tergambar dua buah wajah. gambar pertama adalah gambar tokoh ataupun orang penting di partainya (biasanya ketua umum partai dan bukan selebriti seperti Dian Sastro ataupun Mbah Maridjan) dan gambar kedua adalah gambar wajah Caleg itu sendiri. Malahan kadang ada yang norak sekali, yaitu memasang foto Soekarno atau foto pemain sepakbola dengan maksud yang gw nggak ngerti.

Konsekuensi kedua menghasilkan kesimpulan bahwa untuk mengenal caleg yang akan di pilih maka seseorang harus mau melihat promosi yang dipasang oleh para caleg.. What the Hell... sekian banyak Caleg dari sekian banyak partai dan dengan lokasi media promosi yang tersebar di sekian lokasi... akan cukup membuat calon pemilih harus mengambil cuti semingu buat mengetahui semua caleg.. dan gw rasa ini adalah hal yang sungguh amat sangat mustahil.
Sehingga konsekuensi ketiga (faktor X) adalah jawaban dari bertemunya konsekuensi 1 dan 2.

Apa saja yang menjadi faktor-faktor yang membuat konsekuensi 1 dan 2 bertemu? ini adalah beberapa analisis gw

  1. Lokasi, tempat pemasangan media promosi akan sangat menentukan seorang caleg itu dikenal atau tidak. Sehingga lokasi-lokasi favorit seperti sekitar pasar atau tempat orang-orang berkumpul lainnya adalah spot yang bagus untuk berkampanye. Sebaliknya, adalah suatu tindakan yang konyol kalau memasang poster kampanye di pohon kamboja di tengah kuburan.
  2. Pose, pilihlah pose yang tidak membuat calon pemilih berpikir seratus kali buat memilih para caleg. Bayangkan jika anda berpose menyeramkan dengan dandanan yang sangat tidak matching dengan warna dasar poster.. alih -alih di pilih, poster anda malah akan di pilih untuk menjadi kain lap motor.
  3. lain-lainnya.. yah hanya Tuhan yang tau.. namanya juga Faktor X

Jadi, menurut gw Kenapa gak sejak idul fitri kemaren para caleg udah mulai memperkenalkan diri sambil keliling komplek.. selain menghemat uang juga menunjukkan kalau caleg tersebut punya visi ke depan yang baik...

RGDS

Sawarna Beach- Lebak Banten (part 1)

on Tuesday, March 17, 2009

Cerita ini di awali dengan pesan singkat di Facebook yang isinya mengajak seluruh anggota inti TBM FKUI angkatan 2003 buat kumpul dan foto bareng buat dipajang di TBM sebagai kenang-kenangan.

Pesan pun berlanjut dengan ide untuk kumpul-kumpul mengingat sudah lama sejak kami berkumpul untuk makan malam bersama di Pasar Festival.
Tercetus ide untuk melakukan perjalanan melintasi bagian selatan Provinsi Banten. Seperti biasa, teman gw Reyhan yang selalu punya ide dan rencana untuk melakukan perjalanan yang extra ordinary.

We're going to Sawarna Beach...!!!
Kirim mengirim pesan terus terjadi (keajaiban facebook, membuat komunikasi jauh lebih mudah)
Dari 17 orang anak TBM 03 (Gw, Reyhan Eddy, Danny Maesadatu, Ridho Ardhi S, Qushay Umar, Liga Yusvirazi, Agus Hadi, Iwan Junianto, Dian Larasati, Erika NZ, Gitta RC, Dewi Utari, Cemara AM, Regina PP, Mulki Angela, Zafika RM, Vita Silvana) ternyata 4 orang tidak bisa ikt serta dengan berbagai alasan, yaitu Liga, Agus, Iwan, Cemara, Zafika. Dalam perjalanan kali ini kami menundang rekan non TBM tetapi masih merupakan mahasiswa FKUI 2003 jug, Irsyad, yang sedang memperdalam kemampuan Fotografi untuk mengabadikan acara kami. (Thanks to Icad)
Hari 1

Hari yang direncanakan tiba, SMS berantai dikirim dengan isi agar kami kumpul di kampus jam 7 pagi pada hari Sabtu, 14 maret 2009.

Seperti biasa, sepertinya amat susah untuk mengumpulkan nyawa yang terserak saat tidur pada hari libur. Sambil menyaksikan calon anggota baru yang sedang berlatih, satu persatu anggota pun mulai hadir hingga akhirnya terkumpul semua pada pukul 08.30

Setelah membereskan perlengkapan di sana sini, pada pukul 9 pagi akhirnya kami berangkat dengan tidak lupa berpose di depan kampus.

Menurut EO, Reyhan, perjalanan menuju sana akan di tempuh dalam waktu sekitar 5 jam.

Jalur yang kami ambil adalah :
Tol-

Berhenti untuk isi bensin dan perut-

Menuju Serang-

Keluar Tol Serang Timur-
Pandeglang-
Bayah-
Sawarna- FINISH

Disana kami menginap di penginapan yang sejatinya adalah rumah warga, yang lebih populer dikenal sebagai Homestay, tepatnya di Batara Homestay kepunyaan Bapak Hudaya.
Rumah beliau terdiri atas dua lantai dimana lantai ke-2 lah yang di sewakan dengan harga sewa Rp 60 ribu satu hari + makan 3 x sehari (edan gak murahnya...)
para pria mengambil kamar yang paling besar sedangkan yang perempuan mengambil kamar yang lain.

Dari sini ke pantai sebenarnya sudah dekat. hanya perlu kurang lebih 10 menit berjalan kaki.
Kalau berjalan dari penginapan, maka yang akan ditemui adalah Jembatan Gantung yang mirip seperti Film Indiana Jones beserta efek ayunannya. Butuh konsentrasi lebih bagi kami untuk melewati jembatan ini dibandingkan warga sekitar yang sehari-hari melewati jembatan ini bahkan dengan sepeda motor nya.
Melewati Jembatan gantung, kami harus melewati halaman rumah warga di atas jalan setapak menuju pantai..











Here is Sawarna Beach..
Diantara semua yang ada, cuma kami bertiga, Gw, Qushay, dan Irsyad yang bener2 punya kedekatan historis dengan laut (sedaappp)
gw, dari kecil sampe SMP, gw tinggal di rumah gw di Sumatera yang cuma setengah jam dari Selat Malaka, trus SMA di tempat yang kalau gw buka jendela kamar asrama gw, maka Samudera Hindia adalah yang dapat gw lihat dalam sekali sapuan pandangan.

Qushay, dia datang dari Makasar dengan suku Bugisnya.. Kurang nge-Laut apa coba Suku Bugis..
Irsyad, ni anak lebih sakit lagi, buka jendela rumah langsung keliatan Pulau Tidore, coz He comes from Ternate.
Jadi, bisa di perkirakan bagaimana reaksi kami saat melihat Laut... Real Sea.. Bukan kayak ANCOL yang butek...

"Kami seperti orang yang puasa 40 hari ngeliat Nasi padang lengkap dan GRATIS......"

Langsung buka baju..
...Lari-lari di pantai...

Byurrr.. nyebur di lautan Pantai Selatan Jawa.
sambil tidak lupa pose wajib peserta
Sekedar gambaran betapa bagus nya tempat ini, ini adalah gambar-gambar yang berhasil di abadikan.





Malamnya acara berlanjut dengan acara barbecue-an di pinggir pantai dengan membuat api unggun. Adalah Riri (Dewi Utari), Traveller sejati dengan dukungan finansial yang memadai yang menyediakan peralatan untuk BBQ. ia sengaja mengemas jauh-jauh dari Jakarta perlegkapan BBQ beserta arang dan sebagainya.

Tempat di pilih yang dekat dengan muara. Padahal awalnya kami ingin sedekat mungkin dengan laut akan tetapi pasang yang tinggi serta anggota tim yang sebagian besar perempuan membuat kami harus puas dengan tempat tersebut.
Akan tetapi.. dengan sedikit modifikasi tempat, kami menemukan spot yang sangat ideal.. Dekat dengan laut, tanah yang datar dan keras serta aman dari amukan pasang laut selatan.

Acara dimulai pada pukul 8.30 malam
Tungku pun di bakar, api unggun di hidupkan.. lidah api menari-nari di ujung kayu yang terbakar mencoba mencapai langit yang tidak ada apaun diatasnya kecuali sekumplan tipis awan, rembulan dan hamparan bintang yang berserakan seperti pasir pantai di bawahnya..
Awesome...
Insanely Beautiful..
Subhanallah....
Cuma itu yang keluar dari mulut kami.


beberapa asik mengobrol dan menyiapkan daging, sebagian menjaga agar api ungun tetap berkobar dan sebagian lagi memanggang... selama hampir dua jam kami memanggang sambil bercanda dan tertawa.

Terkadang tertawa mengingat masa lalu yang di lewati dan membicarakan rencana yang akan di jalani.



Friends.. we've been through a lot
What a night....!!!!
Hari pertama kami tutup dengan kembali ke penginapan pada pukul 1 dini hari...

Confuse

Gw gak tau...
tapi kayaknya ada yang salah
Gw Pengen nulis
tapi gak tau
Mau nulis apaan
.......................

Ujian Obgyn (part 2)

on Friday, March 6, 2009

KENYATAANNYA...
Malam sebelum ujian
(20.30-21.30)
- gw internetan buat nyari bahan yang berkaitan dengan kasus gw.

(21-30-22.30)
-main gim

(22.30-04.00)
-Tidur (ketiduran)

(04.00-04.02)
-terbangun... untuk menyadari kalau gw belum ngerjain status pasien dan gw udah kebanyakan tidur

(04.02-05.30)
-terbangun untuk menyadari klo gw belum subuh dan status pasien belum gw tulis (minus 4,5 jam menjelang ujian)

(05.30-05.36)
-subuh

(05.36-7.10)
-nulis status sambil internetan belum mandi dan mencoba menganalisis tulisan gw diantara belekan gw yang masih nempel

(7.10)
-Hp berbunyi.... gw terkaget dari dalamnya analisis gw
Seberang: "halo to, weni nih..." (weni= partner ujian gw)
gw : "yah... kenapa Ben " (perasaan temen gw gak ada yang namanya Beni?)

Seberang: "Weni to... We..We... We... Weni"
gw: "o.. Weni.. gw kira Beni... masa suara Beni kayak Cewek.."

Seberang :" Gak penting To... " gw: "ada apa wen?"
Weni:" to, loe lagi dimana?"

gw:" Kosan?"
Weni:"aduh to, gimana nih, Prof-nya minta ujian sekarang"

gw: ...TERDIAM...
----------------------------------------------------------------------------------------- (Adegan berpindah ke setting peperangan di middle earth-Lord of The Ring)
pengawal: "Lord Aragorn, musuh sudah di depan gerbang, kita harus menghadapinya sekarang"
Lord Aragorn: "Bentaran napa, kuda gw masih dimandiin, pedang gw aja belum diasah, masih tumpul abis ngebacok urgal kemaren, ni pinggang aja masih encok.. bentar yah"
Pengawal:"tidak bisa tuanku, sekarang atau kota akan hancur"

Lord Aragorn berjalan dengan punggung membengkok dan pedang yang lebih mirip gergaji ke medan perang.
------------------------------------------------------------------------------------------

gw:"tapi gw belum mandi wen dan status gw belum kelar... gimana dong?"
Weni:" udah to, yang penting loe kesini ajah"

"RED ALERT"

GW langsung nyamber handuk secepat kilat, alat mandi, piring kotor (... mm, sekalian nyuci piring boleh tuh.. Apaan coba... injury time!!!!)

entah kenapa anak kosan begitu budiman pagi itu, mereka tidak seperti biasanya, seperti orang gurun yang ngantri mandi... Pagi itu PLONG.. bahkan bak cuci piring pun kosong...
gw pilih kamar mandi dekat dapur, paling mewah di kosan gw.
Nah, buat kalian yang baca
postingan ini, maka ini adalah kejadian nyata dimana gw melewatkan ritual mandi gw.
Zebur.... Zebur.. zebur... Brrrrr... (Rasio suara air > keheningan = gw beneran mandi)
gw berpikir kalo begini bakalan telat, maka. ..Zeburburbur... Brrrrr... (Suara air>>> keheningan = gw telat) selesai mandi, secepatnya gw kabur ke kamar gw di lantai 2.

Kedinginan bukanlah masalah, karena ada yang lebih menyakitkan dibandingkan rasa dingin pagi itu (lagipula udah jam 7 lebih, masa iyah masih dingin aja..:D). Untung tadi malem gw udah menyiapkan pakaian tempur gw, rapi dan necis...

FIRST IMPRESSION is IMPORTANT in ORAL EXAMINATION.

Langsung gw samber tas ransel, masukkan status ujian, buku pinjaman dari temen, kolor bekas (uuppss ampir aja masuk nih barang). pakai sepatu tak lupa dengan kaus kakinya, hape dan pernak-pernik lainnya.. minum air putih dan memandang roti yang gak sempat gw makan...

Cabut ke RSCM
(Jam 7.30)
gw naik lift jke departemen Obgyn sambil memikirkan ekspresi kekecewaan gw ke sekretaris sang profesor..

(7.30.10)
(beneran.. butuh sekitar 3 detik buat naik tiap satu lantai.. karena gw dari Basement-1-2, maka sekitar 10 detik... -sedap, makes me look smart)
-gw keluar lift, langsung ketemu sama sekretaris sang penguji gw,

gw: "apa kabar say... "(eh, apaa sih.. )
si mbak:"dok, yang ujian sama prof. yah?"

gw:. untung yang tadi gak kedengeran..."iyah mbak, gimana sih, katanya jam 10, kok mendadak" gw berlagak serius menunjukkan ekspresi kekecewaan gw " saya belum selesai ngisi statusnya"
si mbak:"iya, dok, prof.nya mau rapat, jadi di majuin... ya udah selesaiin dulu aja statusnya.. ujiannya nanti jam 9"

gw:(nih orang maunya apa sih, tadi kata weni sekarang, trus si mbak bilangnya nanti.. sekalian aja cleaning service bilang ujiannya batal..!!)

jadilah gw mencoba menyelesaikan status pasien berdasarkan ingatan gw karena catatan kecil gw tentang pasien, dengan bijaknya gw tinggal di kosan.

Brrrtttttttt..... hape gw bergetar di kantung celana gw. Menimbulkan sensani yang berbeda bila terjadi di malam yang sepi di tengah hujan deras.

gw:"napa wen?"
Weni:" dimana lu?"

gw:"gw udah di lantai 2."
Weni:"ya udah buruan ke bangsal, residennya mau ngelihat pasien kita"

Jadilah residen kami melihat pasien ujian untuk membantu kami memahami kasus dan memastikan kami tidak "menggali kuburan sendiri" di ruang ujian nanti.

Jam 9 kami bertiga (weni, gw yang ganteng ini, residen) melewati beberapa orang yang juga akan ujian seperti kami. mereka tampak sedang berdiskusi.
JRENG.... profesor sudah menunggu...

Let The Battle Begin !!!

BABAK 1
Pertanyaan-pertanyaan Simpel tapi dalam mulai dilontarkan
jawaban-jawaban complicated tapi dangkal mulai bermunculan
profesor hanya berkomentar.. baca lagi yah bukunya..
1 jam berlalu
profesor:"udh, cukup ujiannya sampai disini..?"
akan sangat tidak bijak kalau gw bilang.. ya udah, segini aja lah, toh gw juga udah gelagepan ngejawabnya. tapi itu semua gw simpan di kepala gw, dan yang terlontar dari gw dan Weni Kami :"Terserah prof. ajah.." sambil tersenyum pasrah

LANJUTTTTTTTTTT..............

BABAK 2 (pukul 10)
Pertanyaan-pertanyaan simpel dan dalam kembali dilontarkan
kembali lagi ditangkis oleh kami dengan jawaban yang complicated dan meragukan profesor:"bagaimana. udh cukup ujiannya sampai disini..?"
Kami :"Terserah prof. ajah.."

LANJUTTTTTTTTTT..............pir
BABAK 3 (pukul 10.45)
Pertanyaan-pertanyaan simpel dan dalam kembali dilontarkan
Kami mencoba membalas dengan jawaban yang kami bisa dan mulai "menggali lubang kubur"

salah satu dari kami : KRUUUUKKKK (paduan suara khas lambung ).
STAY COOL...!!! KEEP CALM !!!
Pertanyaan-pertanyaan simpel dan dalam kembali dilontarkan
kembali lagi , dengan tetes logika terakhir dari otak gw yang udah keluar air-airnya sejak tadi malam, mencoba menjawab sebisa mungkin....

Prof: Mulai melihat-lihat jam, menggaruk-garuk tangan, terlihat sudah sabar dengan kami dan menatap kami dengan pandangan kasihan.."kamu (maksudnya gw).. belum tidur 2 hari yah?"

Gw: berpikir untuk melihat ke belakang sekedar memastikan kalau gw adalah orang yang dimaksud dan bukan orang lain. Untungnya tidak gw lakukan. "eh... mata saya memang seperti ini prof.. berkantung.." "tapi eksotis"jawab gw pelan

LANJUTTT
BABAK 4 (pukul 11.20)
profesor menggaruk-garuk punggung tangan lagi sambil menjawab pertanyaannya, gw menggaruk-garuk paha gw...
gw:(sial, sabun mandi apa sabun colek tadi yah.. kok agak gatel yah)
Prof:" yasudah...ujiannya cukup. Kalian boleh keluar"

PUKUL 11-50
Kami berdua keluar ruangan, melewati sang sekretaris yang sedang duduk
si mbak:"kok lama banget sih?"
Kami:"Au...." sambil ngeloyor pergi. Weni memutuskan untuk menunggu residen keluar ruangan prof. untuk menanyakan apakah kami lulus atau tidak...
Menurutnya..

KAMI LULUS.

RGDS

ps: sebagian isi cerita di dramatisir untuk sekedar bumbu. Emang enak makan bubur gak pake bumbu???

Morale of this Story

- Never wait anything you can do right now coz you'll never know what will happen tomorrow
- wear your best clothes for your oral exam coz good looking will guide you to the good judgemnet of your evaluator (although he don't know whether you have brain or not)
-keep positive thinking and pray... coz exam is not only about good answer but also good fortune

Ujian Obgyn

on Thursday, March 5, 2009

Setiap menjelang fase stase gw pasti ditutup dengan suatu rutinitas yang buat sebagian orang adalah hal yang menakutkan tetapi buat gw dan sebagian teman adalah sebuah rutinitas.

Ujian

Sampai sekarang gw masih suka bingung melihat teman gw yang suka panik begitu akan datang ujian, terutama ujian pasien. Bukannya gw mw sombong tapi.. Man, Come on !!! you are in sixth grade now, means you have had exams for the last six years of your life. you have passed more than fifty exams... So, why this one could make you nervous.. Chill..

seperti sekarang, liat gw.. (not in literally way). gw menghadapi ujian pasien Obgyn (kebidanan). Buat sebagian temen gw pasti tau apa yang biasanya gw lakukan malam hari sebelum ujian.. Gw hampir bisa dipastikan lebih memilih main gim, ngobrol malah tidur ketimbang belajar. I've lost my sanity at that time.. so i prefer to find it myself before the D-day.

Untuk ujian ini gw di hubungi leh sekretaris penguji gw bahwa jadwal ujian gw adalah hari Kamis jam 10 pagi.

Satu hari sebelum ujian gw memeriksa pasien yang akan jadi pasien ujian. Setelah memfoto copy formulir status ujian (ini progress dari sifat gw untuk berusaha membuat back up... just in case gw salah nulis, karena setahu gw, status pasien gak boleh di tipe-x tapi cuma di coret aja kalau salah.. untuk yang ini gw agak bangga)

Seperti biasa, kebiasaan jelek gw kumat lagi... menunda-nunda untuk mengisi status pasien. sebenarnya rencana besar gw menghadapi ujian seperti ini

Malam sebelum ujian

(20.30-21.30)
- gw internetan buat nyari bahan yang berkaitan dengan kasus gw..

(21-30-22.30)
-main gim

(22.30-23.00)
- mengisi status ujian

(23.00-04.00)
-Tidur

(5.00-80.00)
-menyelesaikan sisa status ujian+ baca buku pinjaman temen.

(08.00-08.30)
-sarapan + mandi

(09.00)
-tiba di kampus buat nenangin diri buat ujian..