Dalam beberapa tulisan kedepan gw akan mencoba mendokumentasikan serta merangkum mengenai apa yang gw dapat dari interaksi gw dengan para profesor gw di FKUI
..........................................................................................
"Bagaimana menurut kalian mengenai hal ini.." sang Profesor bertanya kepada para mahasiswanya. 10 detik berlalu namun tak satupun tangan terangkat dari 50 orang mahasiswa yang duduk di dalam ruangan itu. Sang Profesor mengulangi kembali pertanyaannya dan reaksi yang sama kembali diterimanya.
Beliau kemudian bercerita,
"Saat saya bersekolah mengambil S2 saya di Amerika, disana, setiap kali diskusi, belum selesai dosen berbicara, mahasiswa sudah mengangkat tangan untuk menyampikan pendapat mereka mengenai apa yang dibicarakan si dosen,... tetapi, coba lihat diri anda semua, semua hanya terdiam, pasif"
Para mahasiswa hanya tertunduk, beberapa berusaha bersembunyi dibalik kepala dan bahu teman di depannya. Sampai akhirnya sang profesor menunjuk seorang mahasiswa untuk mengungkapkan pendapatnya, barulah mahasiswa tersebut berbicara.
Selesai sudah masalah, tetapi ternyata tidak sampai disitu saja, begitu mahasiswa tadi selesai mengemukanakan pendapatnya, entah karena pembawaan sehari-hari mahasiswa tadi yang gemar bercanda, langsung saja sebagian besar mahasiswa menertawakan jawaban mahasiswa tadi.
Sambil tersenyum sedikit malu, mahasiswa tadi diam dengan berbagai perasaan di hatinya.
Beberapa saat kemudian sang Profesor bertanya kembali dan meminta pendapat mahasiswa lainnya.. Bagaimana kelanjutannya adalah sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang mengangkat tangan.
Banyak alasan untuk tidak mengangkat tangan, tetapi hal yang paling membuat gw jengkel adalah tidak mengangkat tangan karena takut ditertawakan oleh rekan-rekannya.
Apa pula ini..!!! disaat kita diminta untuk mengungkapkan pendapat, maka saling tunjuk akan mewarnai beberapa saat kedepan. Kemudian setelah pendapat dikemukakan maka orang-orang yang tadi saling tunjuk hanya bisa menertawakan dan terkadang mengatakan "kalau gitu doang mah.. gw juga bisa"
Kampret, nih orang. Bisa nya nyela' mulu!!!
Sadar atau tidak perilaku seperti ini adalah perilaku tidak baik dan tidak membangun. Tidak gentleman sama sekali karena hanya bisa berbicara di belakang. Padahal, tidak akan dihukum atau dimarahi apabila seorang mahasiswa berpendapat.
Sadar atau tidak ini adalah perilaku yang sering disindir dan diingatkan oleh salah seorang profesor gw (profesor yang ada dalam cerita ini) untuk dihilangkan karena akan merugikan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga lingkungan sekitarnya.
Ayolah...!!! jangan bisanya menertawakan saja, belum tentu kamu punya keberanian untuk berbicara...
Terima Kasih Prof...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment
Post a Comment