Salah satu hiburan yang gw sukai adalah teater dan beberapa hari yang lalu salah seorang teman gw, Reyhan, memberitahu bahwa Teater Gandrik, salah satu kelompok teater asal Yogyakarta, akan tampil di Jakarta.
Kelompok tetaer yang pernah gw tonton memang masih Teater Koma, sehingga menanggapi info ini gw langsung mencari tahu mengenai Teater Gandrik ini.
Hasil yang gw dapat setelah browsing adalah.. kelompok ini adalah kelompok tetaer yang terkenal dari Jogja dimana Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto ikut serta didalamnya. Secara gw dari awal melihat penampilan Butet di TV beberapa tahun lalu langsung jatuh hati ditambah melihat penampilan langsung di TV (republik BBM-LIVE) dan Ulang Tahun ke-30 Teater Koma "Kunjungan Cinta", maka semakin penasaranlah gw akan pementasan kali ini.
Pementasan kali ini mengadaptasi lakon dari Hungaria yang berjudul TOT'S FAMILY (Keluarga TOT) karya Istvan Orkeny.


Cerita mengani lakon ini banyak diulas di Koran dan Internet silahkan di cari tetapi yang ingin gw ceritakan adalah dari kacamata gw.
Pementasan di Jakarta dimainkan di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki dari tanggal 17 - 20 April 2009, dimulai pukul 20.00 s.d. 23.30. Tiket dibandrol Rp. 50 ribu untuk kelas balkon/festival, Rp 100 rb untuk kursi belakang dan depan samping sedangkan Rp 150 rb untuk tempat duduk tengah depan. Sedangkan gw, karena masih mahasiswa (walaupun tinggal 3 bulan lagi) membeli yang kelas festival. Gw menonton dengan beberapa orang teman.
Pertunjukan dimulai dengan seorang tukang pos yang membuka lakon dengan disahuti oleh pengiring musik yang tak lain diantaranya adalah Djaduk Ferianto. Cerita mengalir disertai sindiran untuk para Caleg dan sering menggunakan bahasa Jawa. 

Walaupun gw adalah keturunan Jawa tetapi akibat bertempat tinggal di Sumatera membuat kemampuan berbahasa Jawa gw menjadi tumpul sehingga ada beberapa lelucon dalam bahasa Jawa yang gw tidak mengerti.
Setiap kelompok teater memiliki ciri khasnya masing-masing. Tidak seperti Teater Koma yang selalu LIVE (sejauh yang gw tonton), beberapa adegan menyanyi di lakon ini dibantu oleh rekaman.
Overall pertunjukan ini bagus sekali, tetapi sayang, karena gw gak terlalu mengerti bahasa Jawa terutama yang Halus, membuat gw sedikit tidak menegrti lelucon dimana para penonton terpingkal-pingkal sedangkan gw hanya melongo.But One thing For sure, I love living in this city, many great Art exhibitions..
Regards
0 komentar:
Post a Comment
Post a Comment