Kuntilanak Beranak (Part 2)

on Sunday, February 22, 2009

Tetapi diantara sekian banyak hal diatas, ada hal yang menggembirakan dari kasus Kuntilanak Beranak ini. Hal tersebut adalah berkaitan dengan statistik kesehatan. Bila, kita pernah mendengar angka kematian ibu di Indonesia yang tinggi, maka kita akan dapat berharap lebih banyak pada kasus Kuntilanak Beranak ini. Karena sudah dapat dipastikan angka kematian akibat melahirkan akan sangat rendah bahkan nol. Coz, she is already dead. What else do we expect ?

Selain itu terdapat kemungkinan pilihan spesialisasi yaitu SPOGG (Spesialis bstetri dan Ginekologi Gaib. Dengan pasien seperti Kuntilanak, Suster ngesot, Wewe gombel, Sundel Bolong, dan mungkin babi ngepet betina( kalau ada). Gw rasa masa studinya akan lebih singkat karena hanya butuh menyan, kembang tujuh rupa dan sesajen lain.

Sebelum gw memutuskan untuk menghabiskan gelas kopi kedua, gw berharap ini semua hanya terjadi dalam film. Because I can’t imagine the consequence of this story.. if this thing really happened

1 komentar:

cokelatputih said...

haha..geblek kuntilanak beranak
oke banget dah analisisnya..
stuju kang eto, film indonesia pasca 2005 bukannya progresi malah mengalami regresi.. heu

dukung trus film2 indie dan festival kang..

_juno