Bagaimana sih cara belajar yang baik

on Friday, July 18, 2008

Sebenarnya ini adalah materi kuliah tingkat 2 gw.Kuliah Faal/ Fisiologi (=ilmu yang ngomongin fungsi normal tubuh manusia, “Why” is the main idea in this science). Iseng2 aja daripada tuh ilmu karatan di dasar korteks otak gw yang mana sama-sama kita tau kalau benda berkarat rawan ngebuat kita kena tetanus (gejalanya= badan jadi kaku dengan mulut sumringah gak jelas khas orang tetanus). Jadi gw gak mau pas besok2 gw bangun pagi gw gak bisa ngupil sama makan karena tetanus

Ceritanya gini, gw sering ditanya,
”Bang…” secara gw udah mulai jamuran kuliah di kampus gw,”..bang, gimana sih cara belajar yang baik?”.
Klasik kan? Anak baru datang trus ngobrol2 dan dia tanya gimana cara belajar yang baik.
langsung aja gw jawab, “ yah kamu cari ilmu yang baik-baik trus kamu niatin buat jadi orang baik…” untungnya itu semua Cuma ada di khayalan gw…
Gak kok, begini… inti ceritanya adalah bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien. Prinsipnya sama kayak maen bola, begittu kita udah tau cara passing, dribbling, shooting, yang berikutnya adalah bagaimana mengarahkan itu semua ke target atau tujuan kita.
Bingung?

Gw kasih analogi yan lebih mudah buat di cerna otak rata-rata pembaca blog gw (rata-rata ber IQ >110,… jangan geer dulu, ini IQ rata-rata yang dibutuhkan sebagian besar orang normal untuk bisa bertahan hidup di Jakarta). Ambil contoh masak.. Kalau kita udah tau yang namanya bawang itu yang mana, cabe yang mana, lada, garam, sianida, serta bumbu-bumbu dapur yang mana, trus tau cara make kompor dan tau kalau memasukkan ujung jari buat nge-cek minyak goreng udah panas atau belum bakal ngejadiin jari jadi risoles, so lo siap buat masak.
Nah selanjutnya adalah mau masak apa? Goreng, tumis, asem manis atau rendang.

Begitu juga belajar. Prinsipnya… (sabar yah, ini baru mau masuk inti ceritanya)… ada 3 hal penting dalam belajar:
1. Belajar itu harus dalam keadaan sadar penuh
2. Mengingat itu harus dalam keadaan tidur
3. Pengulangan adalah hal yang sangat penting

1. Belajar itu harus dalam keadaan sadar penuh
Artinya, gak ada cerita kalau lo bisa langsung belajar sehabis nonton final Euro pas tengah malam, atau abis jaga IGD dengan pasien > 20 pasien, atau pula abis nguras empang trus lanjut nguras isi buku buat loe pelajari. Yang ada lo yang di baca sama tu buku.
Intinya adalah konsentrasi penuh sangat dibutuhkan untuk dapat memahami apa yang sedang kita pelajari.
Conto simpelnya adalah sebagian besar orang bisa belajar pas lagi B*Ker.. emang sih kalo dipikir2 itu adalah saat dimana kita paling konsentrasi dan paling santai sehingga gak heran kalau banyak yang bisa belajar pas B*ker.

2. Mengingat itu harus dalam keadaan tidur
Jadi setelah kita belajar maka sebaiknya kita tidur untuk memberi kesempatan kepada sel-sel saraf kita untuk membentuk sinaps(percabangan antar sel saraf). Ibaratnya membentuk jalan alternatif lah kalau diibaratkan jalan raya sehingga peluang buat macetnya kecil. Selain untuk jalan alternatif, supaya pas recall informasi bisa lebih cepat, sinaps2 tadi adalah tempat memori tadi disimpan. Jadi kalau selama ini pada bingung tentang bentuk memori itu sebenarnya maka memori kita seperti halnya PC yang berbentuk hardisk, tersimpan dalam bentuk sinaps2 di otak.
Otak manusia berkembang pesat saat didalam kandungan hingga 2 tahun setelah dilahirkan. Oleh karena itu jangan sekali-kali nyoba ngeracunin ibu-ibu yang sedang hamil baik itu dengan rokok, polusi (udara, air dan suara), maupun dengan emosi-emosi yang negatif. Karena berkembang pesat 2 tahun setelah melahirkan bukan berarti lewat 2 tahun udah gak berkembang lagi, tetep berkembang tapi gak seheboh periode itu. Arti berkembang disini adalah pembentukan sinaps2nya sangat pesat. Periode ini kalau di TV disebut dengan “golden period” seperti yang di gaungkan iklan2 susu. Dihubungkan dengan itu maka istilah belajar diwaktu kecil ibarat mengukir di atas batu dan belajar diwaktu besar seperti mengukir di atas air.
Tidur yang dimaksud disini adalah kualitas tidurnya bukan kuantitas jam tidurnya. Bagaimana mendapatkan tidur nynyak dan berkualitas itu silahkan cai di artikel lain ajah yah… gua aja belum bisa ngedapatin tidur nyenyak seperti tidurnya orang-orang hebat contoh Rasulullah SAW, BJ Habibie. Mereka adalah contoh2 orang yang sedikit sekali tidurnya tapi tetep brilian.

3. Pengulangan adalah hal yang sangat penting
Ala bisa karena biasa. Itu pepatah simpel yang punya dasar kedokteran yang kuat banget. Disadari ato gak sama nenek moyang kita yang ngucapin tuh omongan. Kenapa? Karena kembali lagi ke prinsip pembentukan sinaps tadi.
Ilmu yang terus menerus diulang akan menjadi refleks. Secara neurologi, refleks adalah respon tubuh yang dihasilkan tanpa dipikirkan terlebih dahulu, artinya tidak melalui jalur biasa (otak) tetapi langsung belok ditingkat tertentu dari sistim saraf kita. Bahasa bego’nya, kita mau ke Monas dari Kampung Melayu, kalau jalan biasanya dari Jatinegara muter Pramuka- pulomas- cempaka putih- Senen- Gambir- Monas. Maka refleks ini ngambil jalan lewat Jatinegara- Salemba- Kramat- Gambir-Monas. Efisien banget.
Contoh paling ekstrem adalah bela diri. Bela diri adalah suatu pengetahuan yang ada berkat latihan. Atau bahasa kerennya, ilmu bela diri seperti karate, silat aikido dan sejenisnya adalah suatu refleks yang dilatih.

Rumus 3x1 lebih baik daripada 1x3. Artinya suatu pelajaran diulang 3 kali sehari lebih baik daripada 1 kali dalam 3 hari. Karena alasannya seperti yang udah gua jabarin diatas.

So, kalau masih ada yang nanya gimana cara belajar yang baik. Suruh dia baca blog gua yah..

Libur telah tiba

LIBUR TELAH TIBA..................

HARI INI HARI TERAKHIR GW di TINGKAT 5 (SEMOGA GAK kena HER).

Akhirnya kelar juga stase di Penyakit Dalam...

It's time to write again....

Here i come.....