Tulisan ini dibuat untuk menanggapi tulisan yang ada di
http://nofieiman.com/2007/05/matinya-profesi-dokter/#comment-50709
Bicara mengenai dokter memang sangat menarik... Profesi ini memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Sebenarnya ada banyak yang dapat disebut dengan "kedokteran". Akan tetapi yang tumbuh dan berkembang di dunia sekarang ini adalah ilmu kedokteran "barat" yang empiris.
Selain "barat" ini juga terdapat ilmu kedokteran, seperti yang dilakukan bangsa Cina, orang islam, Suku Indian Maya dan bangsa2 tua lainnya.
Kedokteran "Barat" mengedepankan logika empiris yang menjadi dasar berpikirnya, which means that everything have to be proven, jadi segala sesuatu itu harus ada bukti ilmiah yang mengikuti metode penelitian yang baku.. Apakah ini menutup kemungkinan pengobatan yang belum terbukti(baca:pengobatan alternatif)..??
Kalau mengikuti kaidah diatas, JELAS TIDAK.. tapi segala kemungkinan kan ada, maksudnya.. ada ALLAH SWT diatas segalanya yang ilmuNya diatas semua makhluk. Lantas, kenapa dokter "barat" (dokter sekarang) tidak terima atas pengobatan alternatif???
Jawabnya, bukan tidak terima, akan tetapi ini dilakukan semat-mata untuk meyakinkan kita sebagai dokter, selain itu juga untuk menyediakan pelayanan pengobatan yang "BERTANGGUNG JAWAB".
Sekarang coba pikirkan bersama.... Dokter yang tidak punya ijin praktek pasti diseret ke pengadilan... lalu, ahli pengobatan alternatif yang kemampuannya dipromosikan dari mulut kemulut dan tidak terdaftar di pemerintah cuma di berikan "senyuman" saja???
Memang benar sebagian penyakit dipengaruhi oleh kondisi psikis. Akan tetapi apakah sakit hepatitis (awam= liver) yang jelas terbukti di laboratorium akibat virus Hepatitis A, B atau C masih disebut akibat psikis ???
Mana yang lebih menenangkan hati anda, membeli kucing yang jelas diperlihatkan kepada anda warna, bentuk tubuh dan jenisnya atau membeli kucing dalam karung yang belum jelas kondisinya?? Mana yang lebih menenangkan anda, apakah berobat dengan obat yang terbukti dapat membantu kesembuhan penyakit dibandingkan atau dengan bahan2 yang "katanya" bisa membantu kesembuhan anda...
Memang hal ini akan membuat Anda sekalian dapat mengajukan seorang dokter ke meja hijau karena salah
pengobatan
(salah pengobatan....??
berarti ada pengobatan yang benar dong???
lalu tau dari mana kalau itu benar??
pasti ada buktinya kan??)
Oleh karena itu Sungguh Amat Jarang Sekali ada berita di koran yang memberitakan seorang sin she atau Ki, atau Abah yang diajukan ke pengadilan. Kenapa? karena tidak ada standar benar atau salah dalam pengobatan yang dia lakukan?? jadi "pengacara " sulit untuk menuntut mereka..
Satu lagi, saya sangat ingin berkomentar dengan istlah malpraktik yang sekarang digembar-gemborkan..Malpraktik berasal dari dua kata Mal dan praktik. Mal = kelainan, kesalahan dan Praktik= suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengaplikasikan teori dengan tujuan tertentu (menambah ketrampilan, membantu orang lain, mencari penghasilan).
mari kita analisis, profesi apakah yang memiliki organisasi profesi dan dapat membuka suatu praktik
mandiri tanpa harus terintegrasi dalam suatu perusahaan??.
1. dokter
2. Pengacara
3. akuntan publik
4. psikolog
5. notaris
kalau kita merujuk pengertian diatas maka istilah malpraktik dapat dikenakan kepada setiap profesi diatas. Lantas, Kenapa hanya dokter yang di"label" dengan istilah malpraktik??
Dimana KEADILAN??
Silahkan anda jawab sendiri...
Apakah seorang pemeluk agama islam yang mencuri dapat disebut bahwa pemeluk islam itu pencuri?Apakah seorang betawi yang melakukan pemukulan dapat dikatakan bahwa orang betawi itu tukang pukul?apakah kesalahan seorang dokter menjadikan semua dokter itu salah?
Memang benar negara Inggris membebankan biaya kesehatannya kepada National Health Service (NHS). Akan tetapi apakah ini kesalahan dokter kalau Indonesia hanya punya Asuransi Kesehatan Miskin (ASKESKIN)??
Pendidikan dokter mahal?? Hal ini memang benar adanya..alasan menjadi mahal adalah .. setiap kali suatu teori diajarkan maka seorang mahasiswa kedokteran akan langsung mempraktikan teori tersebut di laboratorium yang notabene-nya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pertanyaan saya.. apakah anda mau dirawat oleh dokter yang sangat mahir dalam teori akan tetapi "melempem" dalam praktiknya?? menjadi dokter itu adalah perpaduan harmonis antara teori dak praktik yang baik.
pendidikan dokter di Kampus negeri mahal?? saya tidak setuju!! saya merasakan hal itu sendiri..
Saya setuju dengan prediksi kalau para dokter tidak mengikuti kode etik maka degradasi akan
semakin cepat tercapai. dokter yang buruk akan lebih cepat "populer" dibanding dokter baik. Dokter yang "buruk" akan tereliminasi dengan sendirinya seperti hukum yang berlaku di alam ini.
Kalau profesi dokter semakin keras dikecam, maka tunggulah saatnya seperti kejadian di beberapa negara tetangga beberapa waktu yang lalu dimana para dokter menolak melakukan "tindakan" (operasi, penjahitan luka, operasi cesar, pemasangan stent dll).. dan kita semua yang akan merasakan akibatnya
(ini bukan ancaman tetapi sedikit refleksi saja)
Menjadi dokter itu mudah, menjadi dokter yang baik itu yang tidak mudah.
Dokter yang baik adalah perpaduan harmonis antara ilmu yang luas, ketrampilan, rasa kemanusiaan yang tinggi dan dibungkus oleh kesadaran akan kelemahannya sebagai makhluk.
Sudah saatnya orang Indonesia menjadi lebih kritis dalam bersikap dan bertindak.
Label: opini
Subscribe to:
Posts (Atom)