My blog name

on Monday, May 7, 2007

Asthmatic Mammae

Penasaran gak sama nama blog gw? Yak satu orang, gw ngelihat yang di belakang… mmm yang di depan monitor… yak anda… udah jangan liat belakang lagi…ANDA.
Gini yah...nama blog merupakan representasi blog yang ada. Nama blog di buat bukan tanpa alasan. Mulai dari yang serius seperti “Dunia Bowo” (dalam psikiatri, ini hal serius, disaat seseorang sudah mempunyai dunia sendiri yang terpisah dari dunia yang kita tinggali sekarang) sampai yang konyol seperti “Duniaku dalam selembar kertas” (bayangin segede apa kertas yang bisa membungkus dunia).

BTW, ASTHMATIC MAMMAE, nama blog yang anda nikmati sekarang kelihatan sangat ilmiah bukan... Like i always tell, never judge a book only from it’s cover…. So, let’s take a look…

Menurut DORLAND Medical Dictionary:

As-thma : [Yun. Asthma terengah-engah] [MeSH: Asthma] serangan berulang dispnea paroksismal, dengan radang jalan napas dan mengi akibat kontraksi spasmodic bronkus….


Mammae : gen. dan jam. Mammae [L] [TA] [MeSH: Mammae] struktur kulit yang dimodifikasi, berglandular pada bagian anterior torak (dada), pada perempuan mengandung unsur yang mensekresi susu untuk makanan bayi.

So, kurang lebih kalo diterjemahkan ke bahasa awam..

Asthma = Asma = Bengek
Mammae = payudara = Tetek (agak kasar yah..)

Kesimpulannya.... roll drum, please...
"ASTHMATIC MAMMAE = TETEK BENGEK".

What a Briliant conclusion isn’t it.. (asik, makes me look more clever, doesn't It?)

Jadi gw harap kalian yang penasaran sama judul blog ini terutama anda, “Jangan Bingung Yah”
Karena itu Cuma alias dari tetek bengek, yah kurang lebih sama kayak remeh temeh gitu lah..

Regards

Stuck in...

on Wednesday, May 2, 2007

Me and the lavatory

Saat ini gw lagi stase di Departemen Anestesi. Since the RSCM is in renovating, so gw kuliah di gedung baru departemen anestesi yang mana membuat sarapan gw jadi gak berarti, coz tempatnya yang jauh banged (merujuk ruang kuliah di Salemba 6 yang cuma kepleset nyampe dari rumah kosan gw...).


Siang itu sehabis Ishoma ( Istirahat Sholat Makan) maka gw dan beberapa orang teman gw secara naluriah kembali ke ruang kelas yang mana kegiatan kuliah siang akan dilanjutkan. Seperti sudah menjadi ritual, sehabis makan maka kandung kencing anak2 bakalan penuh yang mana pula secara aklamasi kami akan beramai-ramai mengunjungi WC yang ada di samping ruang kelas.


WC di gedung ini terletak disebelah lift berhadap-hadapan dengan WC cewek. Imagine that a lavatory, male lavatory, lies opposite each other to female lavatory dan dipisahkan sejauh 2 buah pintu keluar lift diantara keduanya. (Hmmm... yummy..) Jadi dapat dipastikan dengan akal sehat bahwa kita akan dapat saling mengamati dan melakukan wawancara lintas WC kalau pintu kedua WC itu terbuka.
Dan sialnya lagi tempat berkemih buat cowok itu straight to the door. Trus dapat kembali di bayangkan betapa menariknya melakukan wawancara sambil merapat ke tembok dengan mata yang merem melek ( I think it’s better not to imagine).


Siang itu gw ikut serta dalam ritual. Karena gw pernah kuliah di gedung ini saat di bagian Obsgyn (kebidanan), so gw prefer untuk make ruangan BAB buat BAK daripada harus berdiri berdesakan. Begitu kelar dan akan kembali ke ruang kelas, gw mendapati rekan satu aliran gw sedang berada di depan pintu WC sambil memutar-mutar kunci.

Gw : ” Kenapa San ?”
Ikhsan : ”ini to, gw nyoba buka kuncinya”
Gw:” mang kenapa?
Mo di kunci? Udah gak usah di kunci”
Ikhsan :” bukan, mo di kunci, tapi mo di buka”

(Oo... i smell problem....), ternyata di ruangan itu ada 2 orang mahasiswa dan 1 orang cakep yang kurang beruntung sedang terjebak di WC.

Setelah mencoba berkali-kali, harapan untuk dapat mengikuti kuliah siang semakain kecil. Suryadi, orang ketiga di rombongan kami berusaha untuk menjadi penyelamat dengan ikut coba membebaskan kami. Namun sebelum tindakan kepahlawanannya berubah menjadi tindakan penuh sesal,(kalau sampai kuncinya patah didalam lubang kunci..) maka gw menghentikan tindakannya dan menyuruhnya untuk mencoba membuka dari luar. HOW??

Simple, karena tidak beberapa lama setelah kami terjebak, beberapa teman yang juga ingin menjalankan ritual mendapati kalau pintu WC terkunci. Anak2 berusaha membuka dari luar setelah mendapat kuci yang diberikan dari bawah pintu. Same old problem, i think they can’t open it too.


Mendapati kenyataan ini maka otak gw mulai berpikir keras untuk keluar. Gw berpikir untuk mendobrak pintu, akan tetapi gw mengurungkan niat setelah meng-compare nasib karir gw di kampus dengan kerusakan yang akan gw timbulkan. I don’t deserve that. .. I’m still thinking… and…. Yup, gw bakalan keluar dari jendela dan memutar dari pintu depan untuk masuk kedalam kelas. Simple kan?? Kaki gw udah mulai gw angkat ke kusen saat gw menyadari kalau mobil yang ada di luar jendela terlalu kecil untuk ukuran manusia biasa. Why??? Terang aja karena gw lagi ada di LANTAI 6!!. Primus juga gak bakalan bisa di bedain dari Tukul kalau jatuh setinggi ini. Apalagi gw...!!!

Melalui jendela ini secara dramatis Primus akan semirip Tukul


Gak mau menyerah begitu aja, gw melihat kabel menjulur dari atas atap gedung, yang mana milik petugas kebersihan gedung. Gw sempat berpikiran untuk menumpang alat yang mereka gunakan untuk naik turun gedung. Niat ini juga gw urungkan mengingat profesi utama mereka sebagai petugas kebersihan dan bukan tukang ojek antar jemput penumpang di ketinggian.


Harapan semakin menipis…
Detik-detik berlalu…
Harapan menjadi semakin tipis...
Semakin tipis lagi...
Lagi....
La..


Cklek... Horeyyyy... sorakan anak2 dari luar WC menyambut kami bertiga... Houston They’ve saved... I repeat they’ve saved... Dengan disambut sorakan, bak pahlawan yang berhasil kabur dari sarang musuh (orang apa curut?? Mang ada yah tentara yang hidup di sarang??) kami bertiga berjalan memasuki ruang kelas sambil terlontar ucapan dari bibir teman2 gw...”Kok bisa terkunci sih?”


”I don’t know, let’s keep it still mysterious” i said in full confident