Akhirnya lakon ketiga pementasan Teater KOMA "Sie Jin Kwie- di Negeri Sihir" pentas juga.
Trilogi yang dimulai semenjak tahun 2010 dan rutin diadakan setiap tahunnya sesuai yang dijanjikan. Lakon tahun ini berkisah tentang Sie Jin Kwie yang sudah menjadi Jenderal Besar yang menjadi Legenda pada perang Korleko. Sie Jin Kwie memimpin ekspedisi perangmenuju Barat guna melawan Souw Po Tong, Raja sihir dari Barat Tiongkok.
Lakon pamungkas yang mempertemukan Sie Jin Kwie dengan sang Anak yang dikira mati, Sie Teng San, bagaimana saktinya sihir yang dikuasai lawan hingga intrik politik dan asmara didalamnya.
Buat gw lakon kali ini memiliki akhir yang konklusif, akan tetapi ada beberapa adegan yang menurut gw terlalu bertele-tele... yang sempat mebuat gw tertidur selama beberapa menit.
Overall, lakon kali ini menjadi jawaban atas kisah hidup Sie Jin Kwie yang sekilas mirip dengan kisah heroik mitologi dari Yunani.
Satu lagi ... Selamat Ulang Tahun Teater KOMA... (selalu koma dan bukan titik.)
Asthmatic Mammae
Sunday, March 11, 2012
Saturday, March 10, 2012
Balcony Gardening (Part 2)
Update Taman Balkon gw...
Gw mu update kalo tomat gw yang dulu masih kecambah sekarang sudah berbuah.... Ah... bisa makan jus tomat Organik ini mah....
Ada tiga polybag, dan palybag kedua sedang berusaha mengejar ketertinggalannya dari bag pertama.... Semangat !!! berbuah itu tanda rejeki yang lancar (#Apa coba..)
Thursday, January 19, 2012
PICK THE BRAIN
Hi there... just wanna told you that there is a great website and i personally recommend it for you.
The site is "PICK THE BRAIN" .. Hope you'll get the benefit too.
The site is "PICK THE BRAIN" .. Hope you'll get the benefit too.
Sincerely
-Septo Sulistio-
Label:
opini,
Share to each other
| Reaksi: |
Friday, December 30, 2011
Kaleidoskop 2011
This is the end of the year
Seperti halnya tahun lalu, sekarang gw harus membuat semacam tulisan mengenai pencapaian gw selama tahun ini. Apa yang gw rasakan selama tahun 2011.
Tahun 2011 adalah tahun yang luar biasa bagi gw. Tiga hal yang terpengaruh dalam hidup gw ditahun ini yaitu karir, pribadi dan rasa syukur.
Karir
Gw secara resmi menjalani pendidikan spesialis ditahun ini. Kembali ke bangku sekolah. Hidup prihatin kembali. Walaupun sempat bekerja, sekolah spesialis tidak seperti sekolah S2 yang dipikirkan oleh kabinet UI masa Gumilar. Para peserta sekolah spesialis atau yang lazim disebut residen menghabiskan mayoritas 24 jam waktunya di rumah sakit (That's why we are called by residents; people who stayed in a current location). Artinya, kami tidak bisa beraktivitas selain aktivitas dirumah sakit tempat kami bersekolah. Padahal, residensi di Indonesia tidak seperti residensi di luar negeri yang mendapatkan gaji karena melakukan pelayanan (this country is too poor to pay us some money), kami malah harus membayar uang kuliah yang bervariasi hingga belasan juta per semester. Itu alasannya kenapa beberapa dari kami yang alumni UI merasa "tersiksa" saat rektor tidak berasal dari FK. Karena rektor non FK tidak memahami kondisi ini.
Gw rasa bukan orang Indonesia kalau masih saja mengeluh karena ditindas sistim yang tidak adil.
Seperti yang pernah disampaikan oleh dosen gw. Memiih spesialisasi seperti memilih pendamping hidup, harus benar-benar dipikirkan. Karena kita akan kita jalani seumur hidup. Sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Steve Jobs dalam pidatonya di Stanford University
"Hidup kita mayoritas akan dipenuhi oleh kerja. Oleh karena itu kita harus menemukan apa yang kita yakini sebagai Great work. Satu-satunya cara melakukan Great work itu adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Jika kita belum menemukannya. Teruslah mencari dan jangan berhenti."
Apakah gw sudah menemukannya. Gw rasa sudah.
Akan tetapi semakin kita belajar, semakin kita kekurangan. Beberapa hal ditahun ini sangat mempengaruhi cara pandang gw terhadap apa yang gw kerjakan sekarang. Gw masih banyak kekurangan. Menurut gw 10.000 jam adalah solusi untuk memenuhi hal ini.
Berikutnya adalah kehidupan pribadi. Teman gw Rie adalah yang paling tahu bagaimana galaunya gw di tahun ini (galau, istilah terpopuler di dunia maya saat ini). Bagaimana satu persatu teman dekat gw mulai melepas masa lajang. Does it affect me? honestly Yes. Beruntunglah, kami kenal tidak setahun dua tahun. Kami saling menguatkan. Terutama forum angkatan gw di Blackberry Group, 2003FC. Grup yang membuat kami tetap waras dan akrab ditengah masa-masa galau kami. Karena sesungguhnya, gw yakin bukan gw saja yang galau di tahun ini. Mayoritas kami mengalaminya.
2003FC adalah alasan salah seorang teman menggunakan Blackberry (BB). Belakangan gw mengamini pernyataannya. Bagaimana grup ini dibuat untuk menertawakan orang diluar grup dan anggota grup ini sendiri. Keseriusan dan hal ilmiah adalah barang haram disini. Karena akan langsung mendapatkan ancaman "kartu merah" dari admin. Grup ini juga menjadi wadah mengatur kopi darat atau sekedar undangan resepsi pernikahan anggota grup.
Usia 26-27 adalah masa dimana quarter life crisis sering menerpa. Masa dimana kita memutuskan hidup kita akan kemana. Iya, keputusan. Beberapa memilih yang ekstrim seperti kematian. Lihat Kurt Cobain, Jimi Hendrix, mereka meninggal di usia 27 tahun. Gw..? tentu saja gw sudah membuat keputusan dan rencana, yang pasti bukan bunuh diri.
Rasa syukur.
Teman gw Liga suatu hari pernah mengatakan. "urusan rezeki kita kudu lihat kebawah. Urusan karir kita kudu lihat keatas". Rasa syukur adalah kunci hidup tenang.
Tahun ini gw mengerti benar arti kesehatan. Sometimes we have to fall to feel that it's hurt. Profesi gw yang "dekat dengan nyawa" terkadang tidak mengajarkan gw seberharga apa kehidupan itu. Sampai Allah SWT memberikan gw penyakit. Penyakit yang membuat gw tahu betul arti kata "kesakitan" dan "ketakutan". Rasanya semua sia-sia saat prognosis yang biasa dengan enteng seperti mengunyah kerupuk kita ucapkan kepada pasien, namun harus kita terima terhadap diri kita sendiri. Semua hal menyenangkan yang biasa gw lakukan menjadi terlarang.
Orang bilang penyakit ada untuk menghapus dosa-dosa kita. Kalau hal itu benar adanya maka gw adalah orang yang benar-benar berdosa.
Rasa syukur adalah reaksi yang harus gw ambil atas apa yang telah gw dapatkan saat ini. Terkait dengan kehidupan pribadi gw.. gw rasa ada untungnya hal yang terjadi di tahun 2010 itu terjadi pada gw. Alhamdulillah ya.... Definitely something kalau kata Sah-rini.
Overall. rangkaian kereta gw sudah lewat hampir di semua stasiun. Tinggal satu stasiun yang akan gw lewati. Satu gerbong yang akan ikut serta rangkaian ini, setelah itu... perjalanan sebenarnya akan segera dimulai.
Terima Kasih 2011
Selamat Datang 2012
Seperti halnya tahun lalu, sekarang gw harus membuat semacam tulisan mengenai pencapaian gw selama tahun ini. Apa yang gw rasakan selama tahun 2011.
Tahun 2011 adalah tahun yang luar biasa bagi gw. Tiga hal yang terpengaruh dalam hidup gw ditahun ini yaitu karir, pribadi dan rasa syukur.
Karir
Gw secara resmi menjalani pendidikan spesialis ditahun ini. Kembali ke bangku sekolah. Hidup prihatin kembali. Walaupun sempat bekerja, sekolah spesialis tidak seperti sekolah S2 yang dipikirkan oleh kabinet UI masa Gumilar. Para peserta sekolah spesialis atau yang lazim disebut residen menghabiskan mayoritas 24 jam waktunya di rumah sakit (That's why we are called by residents; people who stayed in a current location). Artinya, kami tidak bisa beraktivitas selain aktivitas dirumah sakit tempat kami bersekolah. Padahal, residensi di Indonesia tidak seperti residensi di luar negeri yang mendapatkan gaji karena melakukan pelayanan (this country is too poor to pay us some money), kami malah harus membayar uang kuliah yang bervariasi hingga belasan juta per semester. Itu alasannya kenapa beberapa dari kami yang alumni UI merasa "tersiksa" saat rektor tidak berasal dari FK. Karena rektor non FK tidak memahami kondisi ini.
Gw rasa bukan orang Indonesia kalau masih saja mengeluh karena ditindas sistim yang tidak adil.
Seperti yang pernah disampaikan oleh dosen gw. Memiih spesialisasi seperti memilih pendamping hidup, harus benar-benar dipikirkan. Karena kita akan kita jalani seumur hidup. Sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Steve Jobs dalam pidatonya di Stanford University
"Hidup kita mayoritas akan dipenuhi oleh kerja. Oleh karena itu kita harus menemukan apa yang kita yakini sebagai Great work. Satu-satunya cara melakukan Great work itu adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Jika kita belum menemukannya. Teruslah mencari dan jangan berhenti."
Apakah gw sudah menemukannya. Gw rasa sudah.
Akan tetapi semakin kita belajar, semakin kita kekurangan. Beberapa hal ditahun ini sangat mempengaruhi cara pandang gw terhadap apa yang gw kerjakan sekarang. Gw masih banyak kekurangan. Menurut gw 10.000 jam adalah solusi untuk memenuhi hal ini.
Berikutnya adalah kehidupan pribadi. Teman gw Rie adalah yang paling tahu bagaimana galaunya gw di tahun ini (galau, istilah terpopuler di dunia maya saat ini). Bagaimana satu persatu teman dekat gw mulai melepas masa lajang. Does it affect me? honestly Yes. Beruntunglah, kami kenal tidak setahun dua tahun. Kami saling menguatkan. Terutama forum angkatan gw di Blackberry Group, 2003FC. Grup yang membuat kami tetap waras dan akrab ditengah masa-masa galau kami. Karena sesungguhnya, gw yakin bukan gw saja yang galau di tahun ini. Mayoritas kami mengalaminya.
2003FC adalah alasan salah seorang teman menggunakan Blackberry (BB). Belakangan gw mengamini pernyataannya. Bagaimana grup ini dibuat untuk menertawakan orang diluar grup dan anggota grup ini sendiri. Keseriusan dan hal ilmiah adalah barang haram disini. Karena akan langsung mendapatkan ancaman "kartu merah" dari admin. Grup ini juga menjadi wadah mengatur kopi darat atau sekedar undangan resepsi pernikahan anggota grup.
Usia 26-27 adalah masa dimana quarter life crisis sering menerpa. Masa dimana kita memutuskan hidup kita akan kemana. Iya, keputusan. Beberapa memilih yang ekstrim seperti kematian. Lihat Kurt Cobain, Jimi Hendrix, mereka meninggal di usia 27 tahun. Gw..? tentu saja gw sudah membuat keputusan dan rencana, yang pasti bukan bunuh diri.Rasa syukur.
Teman gw Liga suatu hari pernah mengatakan. "urusan rezeki kita kudu lihat kebawah. Urusan karir kita kudu lihat keatas". Rasa syukur adalah kunci hidup tenang.
Tahun ini gw mengerti benar arti kesehatan. Sometimes we have to fall to feel that it's hurt. Profesi gw yang "dekat dengan nyawa" terkadang tidak mengajarkan gw seberharga apa kehidupan itu. Sampai Allah SWT memberikan gw penyakit. Penyakit yang membuat gw tahu betul arti kata "kesakitan" dan "ketakutan". Rasanya semua sia-sia saat prognosis yang biasa dengan enteng seperti mengunyah kerupuk kita ucapkan kepada pasien, namun harus kita terima terhadap diri kita sendiri. Semua hal menyenangkan yang biasa gw lakukan menjadi terlarang.
Orang bilang penyakit ada untuk menghapus dosa-dosa kita. Kalau hal itu benar adanya maka gw adalah orang yang benar-benar berdosa.
Rasa syukur adalah reaksi yang harus gw ambil atas apa yang telah gw dapatkan saat ini. Terkait dengan kehidupan pribadi gw.. gw rasa ada untungnya hal yang terjadi di tahun 2010 itu terjadi pada gw. Alhamdulillah ya.... Definitely something kalau kata Sah-rini.
Overall. rangkaian kereta gw sudah lewat hampir di semua stasiun. Tinggal satu stasiun yang akan gw lewati. Satu gerbong yang akan ikut serta rangkaian ini, setelah itu... perjalanan sebenarnya akan segera dimulai.
Terima Kasih 2011
Selamat Datang 2012
Monday, December 26, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)


