Strange Relationship

on Wednesday, November 11, 2009

"Well If you said that movies do not happen in real world... I said They do."

Beberapa film yang menurut gw terjadi di dunia nyata dan terjadi di depan mata gw. Salah satunya adalah bagaimana gw dan hubungan gw dengan teman-teman dunia maya gw.

Gw mengakui (secara sepihak) bahwa gw memiliki banyak teman, mulai dari Konsulen hingga Mahasiswa Baru. Mulai dari Karyawan hingga petugas Cleaning Service kampus. Mereka gw adalah teman-teman gw yang gw kenal secara sengaja dan tidak sengaja. Akan tetapi bukan mereka yang ingin gw ceritakan. Gw memiliki teman-teman yang notabene-nya masih satu kampus dengan gw, tetapi tidak seperti teman-teman yang gw sebutin di atas.

Kalau gw dapat ngobrol dengan mereka maka lain hal nya dengan teman-teman gw yang satu ini. Awalnya kami saling berkenalan (oficially we have known each other in real world) melalui fasilitas di dunia maya, bukan Friendster, Facebook ataupun Twitter, kami saling mengenal melaui Blog.

Terkadang kami bisa saling berkomentar, tertawa membaca bagaimana salah satu dari kami melewati hari, ikut kesal saat yang lain marah. Sepertinya kami akrab sekali. Funny, if you know that we don't do that in the real world. We just raise our eyebrow and our lip tip. Just said "Hai.." Enough. Even we sit right beside each other, we don't say much word.

Gw cuma tertawa kalau mikirin hal ini. Kayak di film-film aja. Tetapi inilah hidup, semua akan berbeda kalau kita melihatnya dari sudut yang berbeda pula. Dari sudut ini, gw bersyukur mengenal mereka.

Ujian !! (Masih ya..???)


Pesta setelah Angkat sumpah dokter FKUI 2009 telah usai yang secara bersamaan menandakan telah sah nya gw menjadi seorang dokter. Ga' nyangka lewat juga 6 tahun. Dulu (dahulu kala saat gw masih doyan berangkat sekolah pakai seragam), mendengar kalau harus kuliah selama 6 tahun untuk menjadi seorang dokter saja udah bikin gw pusing dan mikir "Kok kayak SD lagi yah ??"


Tetapi semuanya telah usai.. kini gelar S. Ked dibelakang nama sudah bisa di tanggalkan diganti dengan gelar dr. sebelum nama gw.


Namun peraturan pemerintah baru yang mengharuskan seluruh dokter-dokter di uji lagi untuk melihat layak tidaknya mereka menjadi seorang dokter membuat kami harus menjalani ujian terakhir yang dinamakan Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Menurut gw, ini karena semakin banyak saja Fakultas Kedokteran yang berdiri di Indonesia, di Jakarta saja sudah lebih dari 8 biji.


Mungkin yang paling tahu bagaimana rutinnya gw menghadapi ujian saat masih berkuliah adalah anak kosan gw. Mereka sampai heran disaat kampus mereka hanya ujian 2 kali satu semester ditambah kuis kecil-kecil-an sedangkan gw ujian tiap minggu bahkan seminggu 3 kali.

Sehingga begitu melihat gw mendekam lagi di kamar seperti dulu saat masih mahasiswa dan bilang ke mereka "gw mau ujian nih, Sabtu ini..." spontan mereka ngomong "Lha, bukannya loe udah lulus, gak bosen yah ujian mulu..???"


"Pemerintah masih gak percaya sama kampus gw kalau gw memang pantas lulus"


Well, Here I am.. Stucked in my room among my books and Internet preparing my exam.


Godspeed Guys... May Allah SWT be With Us This Saturday !!!

Mudik (part 2)

on Wednesday, September 16, 2009

Bagaimana Lebaran berkaitan dengan anarki pernah gw bahas di tulisan gw dulu (lebaran tahun lalu). Sekarang, gw akan membahas bagaimana Lebaran berkaitan dengan kesewenang-wenangan

------------------------------------------------------------------------------------------------
Mudik adalah satu kata yang identik dengan Hari Raya. Hari raya apapun itu, Syawal, Natal, 17-an... apapun; dan konotasi mudik setara secara dangkal dengan transportasi.

Bagaimana mudik setara dengan transportasi:

Mudik = pulang kampung
Pulang kampung = dari kota mengendarai sesuatu menuju kampung
Mengendarai sesuatu = alat transportasi
Mudik = transportasi

Bagaimana mengaitkan mudik dengan kesewenang-wenangan tentu akan dengan mudah dicerna bila kalian termasuk dalam persamaan-persamaan diatas. Apakah kalian memiliki kampung halaman dan apakah kalian mengendarai sesuatu.

Bila jawabannya tidak, maka akan sulit menerima kenyataan ini.

Kenyataan bahwa budaya mudik sangat populer di Indonesia adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi terutama saat lebaran. Bayangan berlebaran bersama keluarga besar di kampung halaman adalah bayaran yang "dirasa pantas" setelah berpuasa sebulan penuh.

Mudik dapat terjadi berkat bantuan alat transportasi. Buat kalian yang memiliki kendaraan pribadi, kesewang-wenangan ini kecil sekali kemungkinan untuk terjadi. Lain halnya jika anda memanfaatkan angkutan umum.

Mengapa?? cerdas jika kalian bertanya..

Begini, mudik yang dilakukan oleh orang-orang dengan kendaraan pribadi. Umumnya mereka menggunakan motor atau paling kuat mobil (gw ragu ada yang mudik pake pesawat atau kapal pribadi.. kalo ada, mw dong gw nebeng!!!). Konsekuensinya, mereka dapat mengatur sendiri jadwal keberangkatan, estimasi biaya serta tidak mungkin tertinggal.
Bagaimana yang "menumpang" alat transportasi orang lain???


Selama ini mudik ke Medan (karena gak ada bandara yang persis disebelah rumah gw, jadi gw mesti ke Medan buat naik pesawat) secara pengalaman maka gw biasanya memesan tiket sekitar 2 minggu sebelum lebaran padahal bokap udah wanti-wanti dari 3 bulan sebelumnya. Alasan gw simpel, "belum tau jadwal liburan Pak"

Akhirnya browsing sana-sini (FYI, gw memesan tiket On-line beberapa tahun belakang) gw ambil tiket dari maskapai berlogo hewan darat buas yang secara tidak masuk akal punya sayap dan ditambah lagi, katanya bisa terbang.
tgl 18 sept 2009 : CGK-MES (jakarta - medan) : base fare : Rp 897.000; ditambah ondel-ondel nya menjadi sekitar Rp 1,2 jutaan


What The Hell..... hari biasa aja tiket Jakarta-Medan PP itu 1,1 juta.. ini 1,2 juta sekali jalan. Sekali jalan !!! kalo gitu baliknya gw dipaketin aja pake TIKI.
Terus, kalau gw ambil tiket buat balik :

Tanggal 27 Sept 2009 Medan -Jakarta: base fare 1.2 jutaan --> total 1.7 juta...


Sehingga kalo gw mau ambil tiket itu totalnya Rp 2,9 juta... Nangis gw !!!! Harga segitu gw bisa beli Lensa Tele buat kamera gw... :(


Kompensasinya gw mesti geser tanggal berangkat dimana BIASA-nya pada hari H (hari Hebaran nya) biasanya tiket akan secara signifikan turun. Hasilnya...

tgl 20 Sept 2009 balik tgl 27 Sept 2009 : total 2.4 Juta, lebih murah tapi tetep aja gw masih terisak-isak.

Daripada nyokap yang terisak-isak gara-gara anak-anaknya gak pada ngumpul pas lebaran, akhirnya gw samber tuh tiket dan duduk manis. Gw merasa sedikit beruntung udah nge-save 500 ribu... sampe kemaren...

Sampai Kemaren... gw iseng browsing situs tuh maskapai dan ngecek gimana harga tiket pada hari keberangkatan gw..

tgl 20 sept 2009- tgl 27 sept 2009 : total 1.77 juta
tgl 18 sept 2009- tgl 27 sept 2009 : total 1.99 juta


GW GEDEEEEEEEEEEEEGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH !!!


Seenak Udelnya aja yah !!! di pikir 600 ribu itu Daunnnn!!!!!

See... Mudik = Kesewenang-wenangan


RGDS

PS:
-Awas aja gw punya pesawat sendiri yah....
-Gw jadi kepikiran, ini blog gw... gw gak bermaksud menjelek-jelekan salah satu maskapai apalagi njelekin logo-nya.. serem aja klo gw kena kasus kayak mbak Prita.. bisa gak mudik gw taun depan... So, buat yang mau komen.. jangan keceplosan "Merek" yah.. karena gw gak sebut merek !!!